Acara berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Setelah itu, tibalah waktunya untuk beristirahat. Namun, meskipun mata sudah terasa sangat berat dan tubuh membutuhkan waktu tidur, malam itu ternyata tidur bukanlah perkara mudah. Rasa lelah bercampur dengan kondisi tempat yang membuat saya tidak bisa benar-benar terlelap.
Belum lama beristirahat, sekitar pukul 02.30 dini hari kami kembali harus bersiap mengantre ke toilet, baik untuk mandi, membersihkan diri, maupun keperluan lainnya.
Satu per satu pintu kamar diketuk sambil bertanya,
“Sudah berapa orang yang antre, Bu Ibu?”
Saya pun berkeliling mencari antrean yang memungkinkan. Akhirnya saya masuk ke kamar nomor 4 dan mendapatkan nomor antrean 14.
Daripada hanya duduk menunggu tanpa melakukan apa-apa, saya memilih memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafal Al-Qur’an, yakni Surah Al-Isra ayat 18–20 yang ditugaskan panitia.
Masyaallah, waktu lebih dari satu jam terasa begitu berharga. Dengan izin Allah, saya berhasil menyelesaikan hafalan tersebut. Lagi-lagi saya merasakan bahwa ketika waktu digunakan dengan niat yang baik, keterbatasan justru bisa menjadi kesempatan.
Setelah salat Subuh dan membaca Al-Ma’tsurat, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi. Setelah itu, tibalah agenda yang cukup menantang: tracking.
Awalnya hati sempat bimbang. Perut terasa kurang nyaman, rasa kantuk masih tersisa, dan tubuh belum sepenuhnya pulih karena kurang tidur.
Tags:
















