Kisah Perjalanan Menaklukkan Diri di LATANSA PKS Kepri 2026: “Kalau Bukan Allah SWT yang Menguatkan”

Saat itulah saya benar-benar merasakan hangatnya ukhuwah. Ternyata kebersamaan tidak dibangun oleh hidangan yang istimewa, melainkan oleh hati-hati yang dipersatukan dalam satu tujuan karena Allah.

Setelah makan siang, kami melanjutkan kegiatan dengan salat Zuhur berjamaah. Di sinilah ujian kesabaran berikutnya mulai terasa, yaitu ketika harus menghadapi antrean panjang di toilet.

Terdengar suara salah seorang peserta berbisik,

“Kenapa toiletnya sedikit ya? Hanya tujuh, padahal jumlah peserta sekitar 150 orang.”

Saya hanya tersenyum mendengarnya. Dalam hati saya pun sempat berdialog,

“Iya juga ya… banyak waktu yang akhirnya habis hanya untuk mengantre di toilet.”

Namun seketika hati saya kembali mengingatkan,

“Inilah bagian dari latihan. Allah sedang mengajarkan agar saya lebih pandai mengatur waktu, belajar bersabar, dan memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya. Sambil menunggu antrean, saya bisa menggunakan waktu untuk berzikir, murojaah hafalan, atau menambah hafalan baru.”

Alhamdulillah, perlahan hati saya mulai berdamai dengan keadaan. Ternyata setiap keterbatasan selalu menyimpan pelajaran, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Malam harinya, setelah salat Isya dan makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah, kemudian lomba antarkelompok. Suasana menjadi semakin seru. Tawa, semangat, dan kerja sama mulai terasa semakin kuat di antara peserta. Kegiatan sederhana itu mampu menambah kekompakan dan menghangatkan suasana di sekitar tenda.

Tags: