Muhammad Syahid Ridho Dukung SBT BP3MI Kepri, Dorong Kepastian bagi Pekerja Lintas Batas

KEPRI – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Syahid Ridho, mengapresiasi langkah Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri yang mematangkan skema Special Border Treatment (SBT) bagi masyarakat kawasan perbatasan yang bekerja di Malaysia.

Politikus Anggota Dewan Milenial PKS Kepri yang akrab disapa Ridho itu menilai skema tersebut dapat menjadi aturan yang memberikan kepastian bagi masyarakat kawasan perbatasan yang bekerja di Malaysia.

“Secara pribadi dan atas nama Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepri, saya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BP3MI dalam rangka membuat skema Special Border Treatment bagi pekerja lintas batas,” kata Ridho.

Menurut Ridho, keberadaan aturan khusus diperlukan untuk memberikan kemudahan bagi pekerja migran sekaligus mengatur mobilitas mereka agar berlangsung melalui jalur yang sesuai dengan ketentuan.

“Mudah-mudahan dengan adanya skema ini, akan ada rules yang mengatur dan memudahkan bagi pekerja migran kita,” ujarnya.

BP3MI Kepri sebelumnya menyampaikan bahwa SBT sedang dimatangkan untuk memberikan jalur legal bagi masyarakat kawasan perbatasan, khususnya dari Kabupaten Karimun, Kepri, dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang bekerja di Malaysia.

Dalam konsep yang sedang dibahas, pekerja diusulkan menggunakan visa kerja jangka pendek yang dapat diperpanjang di negara tujuan. Skema tersebut juga diarahkan untuk memastikan pekerja dan pemberi kerja tercatat dalam basis data resmi.

Ridho berharap penerapan SBT nantinya dapat membantu mengurangi persoalan pekerja yang masuk dan bekerja secara ilegal di Malaysia.

“Sehingga kemudian tidak ada lagi kasus-kasus yang belakangan kita temui, pekerja ilegal tiba-tiba masuk dan seterusnya,” kata Anggota Dewan Milenial dari PKS ini.

Ia juga mendorong agar pembahasan lintas sektor mengenai skema tersebut terus dilakukan hingga menghasilkan aturan yang jelas dan dapat diterapkan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

“Kita apresiasi dan kita dorong, mudah-mudahan nanti bisa menjadi satu skema penting bagi pekerja migran kita,” ujar Ridho.***

Tags:,