Dengan langkah yang masih berat, saya menguatkan hati. Perjalanan ini baru saja dimulai, dan saya belum tahu bahwa Allah telah menyiapkan begitu banyak pelajaran berharga di setiap langkahnya.
Bus melaju membelah jalan menuju lokasi kegiatan. Sekitar satu jam perjalanan kami tempuh hingga akhirnya tiba di Pantai Vio-Vio, Barelang. Hamparan laut yang membiru, semilir angin pantai, dan pemandangan yang begitu indah seakan menyambut kedatangan kami. Rasa lelah selama perjalanan pun perlahan mulai terbayar.
Namun, perjalanan ternyata belum benar-benar usai.
Setelah turun dari bus, kami masih harus berjalan kaki ratusan meter menuju lokasi perkemahan sambil memikul seluruh perlengkapan yang kami bawa. Matahari siang bersinar begitu terik, seolah menguji setiap langkah yang kami ayunkan. Ransel besar di punggung terasa semakin berat, ditambah tas laptop dan perlengkapan lain yang tak kalah membebani.
Sesekali saya menarik napas panjang.
“Kalau bukan karena Allah yang menguatkan, rasanya mustahil saya mampu berjalan sejauh ini,” gumam saya dalam hati.
Masyaallah, saat itulah saya benar-benar merasakan bahwa kekuatan seorang hamba bukan semata berasal dari fisiknya, melainkan dari pertolongan Allah yang menguatkan hati dan langkahnya.
Di tengah rasa letih, saya memandang wajah-wajah para peserta lain. Senyum mereka tetap mengembang. Semangat mereka tidak surut sedikit pun. Aura optimisme yang terpancar dari mereka seakan menular kepada saya, menjadi energi baru yang membangkitkan motivasi untuk terus melangkah.
Saya pun kembali menguatkan diri. Selangkah demi selangkah, kaki ini terus melaju menuju tempat yang kelak akan menjadi saksi begitu banyak pelajaran dan kenangan berharga.
Tags:
















