Kisah Perjalanan Menaklukkan Diri di LATANSA PKS Kepri 2026: “Kalau Bukan Allah SWT yang Menguatkan”

Persiapannya memang tidak sedikit. Di dalam ransel telah tersusun sleeping bag, mukena, pakaian ganti, handuk, perlengkapan mandi, camilan, dan berbagai kebutuhan lainnya. Belum berhenti sampai di situ, pada malam sebelum keberangkatan, dosen mengabarkan bahwa hari Sabtu kemungkinan akan ada perkuliahan melalui Zoom, meskipun jadwalnya belum dipastikan. Mau tidak mau, saya pun harus menambah satu tas lagi untuk membawa laptop.

Usai salat Subuh pada Sabtu, 4 Juli 2026, grup WhatsApp kami mulai ramai. Satu per satu saling mengingatkan agar tidak ada perlengkapan yang tertinggal. Ada pula yang membagikan foto bekal yang sudah dipersiapkan. Namun, di tengah semangat itu kami juga menerima kabar bahwa dua sahabat kami batal berangkat karena alasan syar’i. Rasanya sedikit sedih, tetapi kami memahami keputusan mereka.

Pukul 07.30 WIB kami berkumpul, lalu menumpang mobil salah seorang teman menuju titik keberangkatan bus yang akan membawa seluruh peserta.

Baru beberapa langkah menggendong ransel, bahu saya sudah mulai pegal. Kepala pun terasa sedikit pening karena semalam tidur terlalu larut demi memastikan semua perlengkapan telah siap.

Di tengah rasa lelah itu, hati kecil saya berbisik,

“Bismillah… semangat. Ada Allah, Dzat Yang Maha Kuat, yang pasti akan menguatkan.”

Kalimat sederhana itu menjadi penawar bagi segala keraguan yang sejak sebulan terakhir memenuhi pikiran saya.

Saya pun mencoba menghibur diri, “Anggap saja ini latihan menuju perjalanan haji, jika suatu hari nanti Allah berkenan mengundang saya menjadi tamu-Nya.”

Tags: