Tangisan Meriam Sumbing Jelang Perang Retih 1857, Kisah Legendaris dari Pulau Mepar Lingga

Meriam Sumbing yang masih dirawat hingga sekarang di Kabupaten Lingga Kepri (Dok. tempatwisata.pro)

KEPRI – Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyimpan beragam peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan masa lalu. Salah satunya adalah Meriam Sumbing, sebuah meriam bersejarah di Pulau Mepar yang menyimpan kisah unik tentang Perang Retih pada 1857.

Meriam Sumbing berada tepat di depan Masjid Al-Marhamah, tidak jauh dari pintu masuk Pulau Mepar. Begitu tiba di pulau tersebut, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 20 meter untuk melihat meriam yang menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah itu.

Keberadaan Meriam Sumbing tidak terlepas dari cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kisahnya berkaitan dengan Perang Retih yang terjadi pada 1857, ketika Panglima Besar Retih, Raja Long, disebut tidak mengakui Sultan Sulaiman sebagai Sultan Lingga.

Konflik tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah kawasan Lingga. Dalam kisah yang berkembang di tengah masyarakat, Meriam Sumbing memiliki cerita tersendiri menjelang peperangan tersebut.

Konon Menangis Ingin Ikut Berperang
Menurut cerita yang berkembang, Meriam Sumbing pada awalnya belum dapat digunakan untuk bertempur. Meriam sepanjang sekitar 1,5 meter itu disebut belum ikut dikerahkan bersama meriam-meriam lainnya.

Tags:, ,