Benteng Lekok dilengkapi tujuh buah meriam yang dahulu menjadi bagian dari sistem pertahanan. Letaknya yang berada di atas bukit memperlihatkan posisi strategis kawasan ini dalam menjaga wilayah perairan di sekitarnya.
Dahulu, meriam-meriam di Pulau Mepar disebut masih berserakan. Seiring waktu, peninggalan tersebut mulai ditata sehingga lebih mudah dilihat oleh pengunjung yang ingin mengenal sejarah daerah Lingga.
Kini, Meriam Sumbing dan Benteng Lekok menjadi bagian dari potensi wisata sejarah Pulau Mepar. Keduanya menawarkan pengalaman untuk mengenal lebih dekat peninggalan masa lalu sekaligus menelusuri kisah yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi warga setempat, Meriam Sumbing bukan sekadar benda peninggalan perang. Meriam ini juga memiliki nilai budaya dan kepercayaan yang membuatnya dihormati hingga sekarang.
Kisah tangisan Meriam Sumbing menjelang Perang Retih menjadi pengingat bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam benda-benda peninggalan, tetapi juga hidup melalui cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi.***
Sumber: berbagai sumber
Tags:Ligga, Meriam Sumbing, Pulau Mepar














