Tenda Itu Memang Meleyot, tapi Amanah Tetap Tegak

Saat itulah saya mulai menyadari.

Mungkin Allah sengaja tidak memberikan kami tenda yang nyaman.

Sebab jika semuanya sudah nyaman, belum tentu ukhuwah akan terasa sedekat itu.

Di penghujung kegiatan, saya kembali memandangi tenda itu.

Tenda yang sejak hari pertama terlihat rapuh.

Tenda yang mungkin tidak pernah diperhatikan oleh para peserta.

Namun justru dari tenda itulah saya belajar.

Saya belajar bahwa pengabdian tidak selalu lahir dari fasilitas yang sempurna.

Saya belajar bahwa amanah tidak membutuhkan tempat yang megah untuk dijalankan.

Dan saya belajar bahwa yang harus kokoh bukanlah tendanya…

melainkan hati orang-orang yang berada di dalamnya.

Saat mengingat perjuangan ini, saya merasa malu jika membandingkannya dengan kisah para shahabiyah.

Mereka mempertaruhkan nyawa demi melindungi Rasulullah ﷺ hingga tubuhnya dipenuhi luka.

Mereka menembus malam yang penuh bahaya untuk mengantarkan bekal kepada Rasulullah ﷺ.

Mereka mengorbankan harta, tenaga, bahkan seluruh kenyamanan demi tegaknya dakwah.

Lalu apa artinya tenda yang panas?

Tags: