Tenda Itu Memang Meleyot, tapi Amanah Tetap Tegak

Oleh: Maimunah

Bismillahirrahmanirrahim.

Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Apa yang paling berkesan dari menjadi panitia LATANSA Kepulauan Riau 2026?”

Mungkin banyak yang mengira jawabannya adalah upacara pembukaan, long march, atau berbagai kegiatan peserta.

Ternyata bukan.

Yang paling membekas dalam ingatan saya justru sebuah tenda panitia yang kecil, sempit, panas, dan… meleyot.

Ya, tenda itu berdiri seadanya. Tiangnya tidak begitu kokoh. Terpalnya sesekali melengkung tertiup angin. Jika dipandang sekilas, orang mungkin akan tersenyum melihatnya. Bahkan kami sendiri sering bercanda, “Jangan-jangan nanti tendanya roboh sebelum acaranya selesai.”

Anehnya, justru di tenda sederhana itulah saya menemukan pelajaran yang mungkin tidak akan pernah saya dapatkan di ruangan yang nyaman.

Ini adalah pertama kalinya saya menjadi panitia LATANSA tingkat wilayah. Panitia berasal dari Pengurus Santika berbagai DPD di Kepulauan Riau. Sebagian besar belum pernah bertemu, belum pernah bekerja bersama, bahkan hanya saling mengenal melalui grup WhatsApp.

Menyatukan orang-orang yang belum saling mengenal ternyata bukan pekerjaan yang mudah. Koordinasi berlangsung hingga larut malam. Ada perbedaan pendapat, perubahan teknis, bahkan beberapa kali susunan acara harus diubah secara mendadak karena menyesuaikan kondisi peserta di lapangan.

Sebagai panitia, tentu kami menyadari masih banyak kekurangan.

Tags: