Tenda Itu Memang Meleyot, tapi Amanah Tetap Tegak

Saat peserta beristirahat, panitia masih menyusun berbagai kebutuhan untuk agenda berikutnya.

Dan setiap kali kembali ke “markas”, tenda kecil kami selalu menyambut dengan bentuknya yang semakin… meleyot. Ditambah lagi seragam-seragam kami yang bergelimpangan di atasnya.

Terpalnya semakin turun.

Tiangnya semakin miring.

Ruangnya tetap sempit.

Namun anehnya…

Tidak ada satu pun di antara kami yang mengeluh.

Justru di tenda yang hampir roboh itulah tawa kami paling sering pecah.

Kami saling menggoda.

Saling membantu.

Saling menyemangati.

Kami duduk berhimpitan, berbagi cerita, berbagi makanan, berbagi kopi yang lebih banyak airnya daripada kopinya, bahkan saling memijat untuk mengurangi rasa lelah.

Di markas kecil yang panas dan hanya diterangi cahaya senter itu, kami juga menyempatkan diri mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan salah seorang panitia yang sedang milad.

Masyaallah…

Tags: