Namun, satu hal yang membuat hati saya bersyukur adalah para peserta tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan wajah-wajah penuh semangat. Mereka mungkin tidak pernah tahu berapa kali panitia berlari ke sana kemari untuk memastikan semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Mereka juga mungkin tidak menyadari berapa banyak keputusan yang harus diambil hanya dalam hitungan menit.
Dan mungkin… memang begitulah seharusnya.
Panitia yang baik bukanlah yang terlihat paling sibuk, melainkan yang mampu membuat peserta merasa semua berjalan dengan baik.
Sebenarnya, saya sendiri hampir tidak menjadi bagian dari cerita ini.
Awalnya saya enggan berangkat. Saya belum memiliki seragam Santika sehingga muncul rasa kurang percaya diri.
Kemudian Allah menambah ujian itu dengan demam, batuk, dan pilek beberapa hari sebelum keberangkatan.
Seolah semua alasan sedang berkumpul untuk berkata, “Sudahlah, kali ini tidak usah berangkat.”
Namun jauh di lubuk hati saya sadar, semua itu hanyalah alasan yang sedang saya besarkan.
Lalu Allah mengingatkan saya melalui firman-Nya:
“Berangkatlah kamu, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat…”
(QS. At-Taubah: 41)
Ayat itu terasa seperti teguran sekaligus pelukan.
Tags:
















