Tenda Itu Memang Meleyot, tapi Amanah Tetap Tegak

Allah tidak meminta kita berangkat ketika semuanya mudah. Allah meminta kita berangkat meski hati masih terasa berat.

Melihat semangat teman-teman peserta LATANSA Karimun yang saya pimpin, saya justru malu jika saya yang memilih mundur lebih dahulu.

Akhirnya saya memutuskan untuk tetap berangkat.

Perjalanan kami cukup panjang hingga tiba di lokasi dalam keadaan terlambat. Begitu turun dari kendaraan, suasana sudah sangat sibuk. Upacara pembukaan hampir dimulai.

Saya segera berlari menuju tenda panitia untuk berganti pakaian menggunakan seragam yang dipinjamkan oleh Ketua Santika DPW.

Tenda itu terasa sangat panas.

Sempit.

Gerah.

Udara nyaris tidak bergerak.

Bahkan sebelum mengikuti upacara, seragam saya sudah basah oleh keringat.

Saat itu saya hanya bisa tersenyum dalam hati.

“Ya Allah… beginikah cara-Mu memulai pelajaran ini?”

Dua hari pun berlalu.

Siang hari kami menjaga keamanan peserta.

Malam hari kami tetap berjaga.

Tags: