KEPRI – Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPP PKS, Hj. Dr. Eko Yuliarti Siroj, menekankan pentingnya pengarusutamaan keluarga dalam seluruh proses pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya menggunakan perspektif individu atau gender, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap keluarga.
Hal tersebut disampaikan Eko Yuliarti Siroj dalam pemaparannya pada Talk Show Pengarusutamaan Keluarga di Hotel Harmoni One, Batam Center, Sabtu (29/8/2026).
Dalam pemaparannya, Eko menjelaskan bahwa Islam hadir membawa kemuliaan bagi perempuan. Sebelum Islam, perempuan di berbagai peradaban disebut kerap ditempatkan pada posisi yang tidak setara dan bahkan diperlakukan layaknya barang.
Menurutnya, Islam kemudian memberikan identitas dan kedudukan yang memuliakan perempuan dalam berbagai perannya.
“Pertama, perempuan diberikan status sebagai hamba Allah. Yang membedakan manusia di hadapan Allah adalah ketakwaannya,” ujarnya.
Selain sebagai hamba Allah, perempuan juga memiliki sejumlah identitas dan peran penting dalam kehidupan, yakni sebagai anak dalam keluarga, istri, ibu, serta bagian dari masyarakat.
Sebagai anak, kata dia, perempuan memiliki hak untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang serta pendidikan yang baik dari orang tuanya. Sebagai istri, perempuan memiliki kedudukan yang harus dihormati dan dimuliakan. Sementara sebagai ibu, Islam memberikan kedudukan yang sangat istimewa.
Ia menyinggung ajaran tentang kewajiban anak untuk berbakti kepada orang tua atau birrul walidain. Bahkan, kewajiban berbuat baik kepada orang tua tetap berlaku meskipun terdapat perbedaan agama.
Eko juga mengingatkan tentang tingginya kedudukan seorang ibu dalam Islam. “Ibu disebut tiga kali sebelum ayah ketika Rasulullah menjelaskan siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dari seorang anak,” katanya.
Selain menjalankan peran dalam keluarga, perempuan juga diberikan ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Namun, menurut Eko, berbagai peran yang seharusnya menjadi kemuliaan tersebut terkadang justru dipandang sebagai beban.
“Kontribusi perempuan di tengah masyarakat merupakan bagian dari kemuliaan yang diberikan Allah. Namun, kontribusi itu tentu tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kolaborasi,” ujarnya.
Pengarusutamaan Keluarga
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga memperkenalkan konsep pengarusutamaan keluarga yang tengah didorong oleh BiPeKa DPP PKS.
Ia menjelaskan, pengarusutamaan keluarga merupakan upaya mengintegrasikan perspektif pembangunan keluarga ke dalam seluruh aspek pembangunan, mulai dari regulasi, program hingga penganggaran di berbagai sektor.
“Selama ini perspektif pembangunan sering kali hanya melihat individu, apakah laki-laki atau perempuan. Keuntungannya untuk laki-laki atau perempuan. Akibatnya, yang muncul di lapangan terkadang bukan kerja sama, tetapi persaingan,” katanya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk melangkah lebih jauh dengan menjadikan keluarga sebagai salah satu perspektif utama dalam pembangunan.
Menurut Eko, kebijakan yang ramah keluarga dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Di antaranya melalui penyediaan fasilitas pelayanan publik yang memperhatikan kebutuhan keluarga, lingkungan ramah anak, program pemenuhan gizi keluarga, hingga peraturan daerah yang mendukung kesejahteraan dan ketahanan keluarga.
Ia menegaskan, kehadiran negara bukan untuk melakukan intervensi terhadap seluruh urusan internal keluarga, melainkan memberikan dukungan agar keluarga memiliki ketahanan yang kuat.
Ketahanan keluarga tersebut, menurutnya, mencakup empat dimensi utama, yakni spiritual, fisik dan ekonomi, psikologis, serta sosial.
“Regulasi, program dan anggaran harus diarahkan untuk mendorong agar keluarga memiliki ketahanan dalam berbagai dimensi tersebut,” ujarnya.
Pemerintah hingga Dunia Usaha Harus Terlibat
Eko menilai pengarusutamaan keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, lembaga legislatif, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh agama hingga komunitas harus terlibat.
Pemerintah, kata dia, perlu mempertimbangkan dampak setiap kebijakan terhadap kehidupan keluarga.
Tags:BIPEKA, Eko Yuliarti Siroj, PKS Kepri















