Aang Kunaifi Ajak Kader Muda PKS Kuasai Media Digital, Bukan Sekadar Rajin Posting

KEPRI – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Kepemudaan, Aang Kunaifi, mendorong kader muda PKS untuk memaksimalkan media sosial sebagai sarana komunikasi politik dan penyebaran nilai-nilai partai kepada masyarakat.

Menurut Aang, kader muda tidak cukup hanya aktif di media sosial, tetapi juga harus mampu menghasilkan konten yang menarik, berkualitas, dan memberikan dampak nyata bagi audiens.

Pesan tersebut disampaikan Aang dalam kegiatan Influencer Muda Club yang digelar di Kantor DPTP PKS, Ahad (18/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Hasan dan Oka Pangestu, pendiri Bukan Cuma Posting, sebagai narasumber.

Aang menjelaskan, kader muda, pengurus bidang kepemudaan, serta organisasi sayap PKS memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan identitas dan nilai-nilai partai kepada masyarakat, baik melalui interaksi langsung maupun ruang digital.

“Sesungguhnya kita punya tugas sebagai juru bicara partai, sebagai ambassador atau duta partai. Karena itu, kita harus memperkuat kehadiran di ruang-ruang publik dan digital,” ujar Aang.

Ia menegaskan, nilai-nilai PKS yang meliputi bersih, peduli, profesional, dan negarawan perlu disampaikan secara konsisten melalui berbagai saluran komunikasi. Kehadiran kader di media sosial menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pesan tersebut, terutama kepada generasi muda.

Aang menilai, perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi kader untuk menyampaikan gagasan secara mandiri. Kini, siapa pun dapat membuat dan menyebarkan konten tanpa harus selalu mengandalkan media arus utama maupun akun resmi organisasi.

Namun, peluang tersebut juga diiringi tantangan. Banyaknya konten yang beredar dan mekanisme algoritma media sosial menuntut kreator untuk memahami cara membangun komunikasi yang efektif.

Karena itu, menurut Aang, membuat konten tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban untuk mengunggah sesuatu. Konten harus dirancang dengan strategi yang mampu menarik perhatian dan mendorong keterlibatan audiens.

“Jangan sampai ketika kita membuat konten, yang senang hanya kita sendiri. Kita harus berstrategi agar konten yang kita buat disukai banyak orang, dilihat, dikomentari, disimpan, dan dibagikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mempelajari konsep winning content, yakni konten yang mampu menarik perhatian sekaligus memancing interaksi pengguna media sosial.

Aang membagikan pengalamannya ketika sebuah unggahan berhasil menjangkau banyak pengguna dan menambah sekitar seribu pengikut. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa konten yang tepat dapat memberikan hasil signifikan, meskipun keberhasilan serupa membutuhkan proses dan tidak selalu mudah diulang.

Menurutnya, keberhasilan di ruang digital tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Diperlukan kedisiplinan, persiapan, evaluasi, dan kemauan untuk terus mempelajari perkembangan tren konten.

“Pada akhirnya, kata kuncinya adalah disiplin. Tidak cukup dengan satu, dua, atau tiga konten. Kita harus serius menyiapkannya dan terus belajar,” katanya.

Lebih jauh, Aang mengingatkan bahwa aktivitas digital kader muda PKS tidak semestinya berhenti pada upaya membangun popularitas pribadi. Media sosial perlu dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan gagasan, memperluas jangkauan nilai-nilai partai, sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap peserta Influencer Muda Club dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten dan menjadikannya bagian dari kontribusi berkelanjutan bagi organisasi dan masyarakat.

“Ketika pelatihan hari ini selesai, justru di situlah pekerjaan dan tugas kita dimulai. Kontribusi kita tidak hanya diharapkan hari ini, tetapi juga terus berlanjut pada hari-hari mendatang,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme peserta yang mengikuti pemaparan materi dan diskusi tentang strategi membangun komunikasi efektif di ruang digital.

Selain mendapatkan wawasan dari para narasumber, peserta juga mengikuti pelatihan pembuatan konten berdampak. Sesi praktik ini menjadi kesempatan bagi kader untuk mengasah kemampuan mengemas pesan menjadi materi digital yang kreatif, relevan, dan mudah diterima masyarakat.

Melalui Influencer Muda Club, PKS mendorong kader muda agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga komunikator yang mampu menyampaikan gagasan secara efektif. Dengan strategi dan konsistensi yang tepat, ruang digital diharapkan menjadi medium untuk memperkenalkan nilai-nilai partai sekaligus membangun komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat.***

Tags:, ,