PKS Kepri Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Keluarga, Suryani : Dari Kepedulian Menjadi Gerakan

PKS Kepri Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Keluarga

KEPRI – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Talk Show tentang Pengarusutamaan Keluarga di Hotel Harmoni One Batam Center, Sabtu (29/8/2026).

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) DPP PKS, Hj. Dr. Eko Yuliarti Siroj, Ketua DPW PKS Kepri, Suryani, SE, MI.Kom dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Misni, SKM, M.Si.

Talk Show dengan tema Kolaborasi Perempuan Mewujudkan Keluarga Tangguh dan Kepulauan Riau Berdaya ini dipandu oleh Ketua BiPeKa PKS Kepri sekaligus Anggota DPRD Kepri, Hj. Ismiyati, S.Pd.AUD.

Ketua PKS Kepri, Suryani dalam sambutannya menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital.

Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama karena keluarga merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat.

Suryani mengatakan, talk show tersebut diharapkan tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai persoalan keluarga yang terjadi di tengah masyarakat.

“Jadi nanti memang kita agendakan bentuknya talk show. Ditanya, menjawab. Ditanya, menjawab. Biar tidak mengawang,” kata Suryani.

Ia juga mengajak berbagai organisasi perempuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun keluarga yang tangguh serta mewujudkan perempuan yang berdaya.

Menurut Suryani, persoalan ketahanan keluarga saat ini cukup kompleks. Berdasarkan pengalamannya sebagai konselor di Provinsi Kepri, hampir setiap hari dirinya menerima masyarakat yang datang berkonsultasi mengenai berbagai persoalan rumah tangga.

Persoalan tersebut antara lain menyangkut hubungan dan komunikasi suami istri, pendidikan anak, hingga dampak perkembangan teknologi digital terhadap kehidupan keluarga.

“Mulai dari masalah pertengkaran suami istri, komunikasi suami istri, masalah pendidikan anak di era digital yang banyak berpengaruh terhadap anak-anak kita. Sebenarnya bukan hanya anak-anak, tetapi juga terhadap kita sendiri,” ujarnya.

Suryani juga menyinggung persoalan kesehatan mental yang dinilainya perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut sejumlah kasus yang terjadi di masyarakat menunjukkan pentingnya penguatan kesehatan jiwa, iman, dan kehidupan keagamaan dalam keluarga.

“Keluarga merupakan fondasi paling dasar dalam pembangunan di negeri kita ini,” tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Kita tidak bisa mengatakan yang penting keluarga saya, yang penting bukan keluarga saya. Kita sebagai manusia, sebagai hamba Allah, diperintahkan untuk peduli dengan kondisi yang terjadi di sekeliling kita,” katanya.

Momentum Maulid Nabi

Dalam sambutannya, Suryani juga mengajak peserta memanfaatkan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya hadir dalam kegiatan formal keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan keluarga.

“Semoga uswatun hasanah beliau dan pelajaran dari beliau bisa kita bawa dalam seluruh elemen kehidupan kita. Bukan hanya di acara-acara formal, tetapi sampai kepada hal-hal kecil di rumah kita,” ujarnya.

Suryani berharap talk show tersebut dapat menghasilkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat keluarga di Kepri.

Ia menilai persoalan keluarga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi perempuan, masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

“Jadikan talk show ini sebagai kesamaan dan kesepahaman kita tentang pentingnya keluarga yang tangguh, keluarga yang kokoh. Mari kita bantu dengan memberikan ide-ide untuk kerja nyata di tengah masyarakat,” pungkasnya.***

Tags:, , , ,