Perempuan Berdaya, Peradaban Berjaya: Menyambut Kehadiran Perempuan Adil Sejahtera

Kita patut bersyukur bahwa ruang partisipasi perempuan terus berkembang. Di bidang politik dan pemerintahan, perempuan terlibat dalam proses legislasi, penyusunan kebijakan, pengawasan pembangunan, dan pelayanan publik. Di bidang pendidikan, perempuan menjadi guru, akademisi, peneliti, serta penggerak literasi. Di bidang kesehatan, perempuan berkontribusi sebagai dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan, dan pendidik kesehatan masyarakat.

Di sektor ekonomi, perempuan membangun usaha, mengembangkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Di bidang teknologi, perempuan mengambil peran dalam inovasi dan transformasi digital. Dalam kehidupan sosial dan kebudayaan, perempuan turut menjaga warisan budaya, membangun solidaritas, menggerakkan kegiatan kemanusiaan, serta merawat lingkungan.

Namun, terbukanya kesempatan belum berarti seluruh tantangan telah selesai. Masih diperlukan upaya untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan, menin gkatkan literasi digital, memperkuat kemandirian ekonomi, mendorong kepemimpinan perempuan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkembang.

Kita juga perlu menghindari pandangan bahwa kiprah perempuan harus dipertentangkan dengan perannya dalam keluarga. Keduanya dapat saling menguatkan. Keluarga merupakan fondasi penting masyarakat, sementara partisipasi perempuan di ruang publik dapat memperluas manfaat ilmu, pengalaman, dan kepedulian yang dimilikinya.

Yang dibutuhkan adalah kesempatan, dukungan, pembagian tanggung jawab yang adil, serta ruang bagi setiap perempuan untuk mengembangkan potensi sesuai kemampuan dan pilihannya.

PAS Harus Menjadi Circle yang Produktif dan Kontributif

Dalam konteks inilah saya menaruh harapan pada Perempuan Adil Sejahtera.

Saya optimistis PAS dapat menjadi circle yang produktif dan kontributif bagi perempuan Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau. Sebuah ruang yang tidak hanya mempertemukan perem puan, tetapi juga menghubungkan gagasan dengan tindakan, potensi dengan kesempatan, dan kepedulian dengan kerja nyata.

Kita membutuhkan ruang yang memungkinkan perempuan saling belajar tanpa merasa paling unggul, saling mendukung tanpa harus memiliki latar belakang yang sama, serta bekerja bersama tanpa terhalang perbedaan profesi, pengalaman, maupun wilayah.

Produktivitas sebuah organisasi perempuan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan atau besarnya struktur kepengurusan. Ukuran yang lebih bermakna adalah seberapa jauh organisasi tersebut meningkatkan kapasitas anggotanya, menjawab kebutuhan masyarakat, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Karena itu, saya berharap PAS mengembangkan program-program yang relevan dengan kebutuhan perempuan masa kini. Penguatan kepemimpinan, pendidikan politik, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, kesehatan keluarga, pengasuhan, perlindungan perempuan dan anak, serta kep edulian terhadap lingkungan dapat menjadi bagian dari ruang pengabdian tersebut.

Saya juga berharap PAS mampu menjadi tempat tumbuhnya gagasan-gagasan baru. Perempuan yang memiliki keahlian di bidang pendidikan dapat berbagi pengetahuan. Perempuan yang bergerak di bidang kesehatan dapat memperluas edukasi masyarakat. Pelaku UMKM dapat saling menguatkan jaringan usaha. Perempuan yang memiliki pengalaman di pemerintahan maupun politik dapat berbagi wawasan tentang partisipasi publik dan kepemimpinan.

Dengan demikian, organisasi tidak berhenti sebagai tempat berkumpul, melainkan berkembang menjadi ekosistem pembelajaran, pemberdayaan, dan kolaborasi.

Kepulauan Riau Membutuhkan Kontribusi Terbaik Perempuan

Bagi saya, harapan terhadap PAS memiliki arti tersendiri bagi Kepulauan Riau.

Sebagai provinsi kepulauan, Kepri memiliki karakter geografis dan sosial yang beragam. Kebutuhan masyarakat di kawasan perkotaan, wilayah pesisir, dan pulau-pulau tidak selalu sama. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan pembangunan yang peka terhadap konteks lokal dan melibatkan masyarakat secara luas.

Perempuan Kepri memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Di bidang pendidikan, perempuan dapat menjadi penggerak peningkatan literasi dan pendampingan belajar anak. Di bidang kesehatan, perempuan dapat memperkuat edukasi kesehatan keluarga, pencegahan penyakit, dan kesadaran hidup sehat. Di bidang ekonomi, perempuan dapat mengembangkan usaha lokal, memperluas pemasaran produk, serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing.

Dalam pelestarian budaya, perempuan memiliki ruang penting untuk meneruskan nilai-nilai budaya Melayu dan kearifan lokal kepada generasi muda. Sementara itu, dalam pembangunan sosial dan lingkungan, perempuan dapat menjadi penggerak solidaritas, kepedulian terhadap kawasan pesisir, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Di bidang politik, perempu an juga perlu terus meningkatkan kapasitas agar dapat berpartisipasi secara bermakna dalam perumusan kebijakan dan pengawasan pembangunan. Kehadiran perempuan dalam proses tersebut diharapkan memperluas perspektif, memperkaya pertimbangan, dan membantu memastikan bahwa kebutuhan masyarakat yang beragam mendapatkan perhatian.

Tags:,