LATANSA: Latihan “Kesungguhan” Kita

Semuanya mengingatkan bahwa manusia mudah lalai ketika sendirian. Kebersamaan dalam jamaah menjadi pengingat akan tujuan akhirat yang selama ini terus kami perjuangkan bersama.

LATANSA kali ini juga mengajarkan makna kesabaran.

Tentang air minum yang harus dibagi meski persediaan terbatas.

Tentang antrean toilet yang panjang saat tubuh penuh keringat.

Bahkan banyak yang akhirnya memilih tidak mandi sama sekali.

Ketidakidealan hidup itulah yang membuatku kembali merasakan secuil perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga mereka, meneguhkan langkah mereka sebagai penjaga Tanah Al-Aqsa.

**Allahumma taqabbal minna shalihal a’mal.**

Jazakumullah khairan kepada suamiku tercinta, anak-anak tersayang, Ummi dan Abi yang terus menyemangati dari jauh, serta adik-adik binaan yang telah membantu sehingga aku bisa mengikuti LATANSA dengan tenang.

Semoga semangat perjuangan ini juga mengalir dalam diri kalian untuk terus bersungguh-sungguh di jalan dakwah.

Jazakunnallahu khairan kepada seluruh panitia SANTIKA yang telah mengemas LATANSA Kepri 2026 dengan begitu baik. Terima kasih pula atas seragam bermotif batik Melayu yang begitu indah.

**LATANSA Kepri 2026 benar-benar menjadi pengalaman yang sangat istimewa.**

*”Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.”*

*”Tolonglah agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan langkah-langkahmu.”*

Disclaimer: Tulisan ini telah melalui proses penyuntingan oleh Tim ReLi (Relawan Literasi) PKS Kepulauan Riau tanpa mengubah substansi dan pesan utama dari penulis.

Tags:, ,