Bismillah…
Semoga tidak lemas, apalagi sampai tumbang.
Setidaknya aku ingin belajar menjadi perempuan tangguh seperti saudari-saudariku di Palestina.
Namun ujian datang.
H-7 LATANSA, ibu mertuaku jatuh sakit. Suamiku harus pulang ke Sumatera Barat untuk memastikan kondisi beliau. Aku mulai cemas.
Bagaimana jika saat hari-H beliau belum bisa kembali ke Batam?
LATANSA tentu tidak mungkin membawa anak-anak.
Syukurnya anak-anak kami sudah cukup besar. Kami mulai mempersiapkan mereka untuk dititipkan di rumah sahabatku apabila diperlukan.
Aku dan suami kemudian menyusun berbagai rencana, mulai dari Plan A hingga Plan B.
Sebagai seorang ibu, rasa aman bagi anak-anak tentu menjadi prioritas. Namun di saat yang sama, kesempatan mengikuti LATANSA yang hanya hadir beberapa tahun sekali juga sangat berharga.
Tags:Kepri, Latansa, Muharrikah Romadoniyah
















