LATANSA: Latihan “Kesungguhan” Kita

Kisah perjuangan mereka setiap hari lalu-lalang di beranda media sosialku. Namun entah mengapa, aku merasa mulai kehilangan empati.

Sedih? Ya, sedih. Tapi ternyata aku masih bisa makan dengan lahap.

Geram? Ya, geram. Namun aku tetap bisa tidur nyenyak dalam selimut hangat.

Aku merasa kehilangan nurani.

Berbagai cara telah kucoba agar rasa itu tidak menjadi biasa. Agar empati itu tetap hidup. Namun tetap saja, hidupku berjalan terlalu nyaman hingga perlahan melupakan betapa sulitnya kehidupan saudara-saudara di sana.

Kurasa, aku memang membutuhkan *recharge* itu.

Hingga akhirnya pembina UPA kami mengumumkan LATANSA 2026.

Konsepnya berbeda dari sebelumnya. Jika biasanya hanya sehari, kali ini kami menginap di pantai. Jangan bayangkan menginap di vila. Kali ini kami tidur di tenda.

Tags:, ,