Dari sandal sederhana berpeniti itu aku belajar bahwa ketangguhan tidak selalu hadir dalam sesuatu yang besar. Terkadang ia lahir dari keberanian bertindak untuk tetap bisa bertahan. Ketangguhan sering kali bermula dari kesederhanaan dan keikhlasan untuk terus melangkah.
Nilai itu pula yang kurasakan selama mengikuti Latansa. Pelatihan ini bukan sekadar menguji kemampuan fisik, melainkan juga membentuk cara berpikir agar tetap tangguh dan survive dalam menghadapi keterbatasan.
Aku pulang membawa pengalaman, persaudaraan, dan pelajaran hidup yang jauh lebih berharga daripada apa pun yang kubawa saat berangkat. Ironisnya, satu-satunya barang yang semula kuperkirakan hanya bertahan dua hari justru masih terus menemaniku hingga sekarang.
Terima kasih kepada struktur DPW PKS Kepulauan Riau, coach dari DPP PKS, dan segenap panitia dari Santika dan Kepanduan yang telah menghadirkan Latansa dengan penuh kesan. Di balik kegiatan yang berjalan lancar, tersimpan kerja keras dan pengorbanan seluruh panitia yang mungkin tidak tampak di hadapan peserta.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Tags:
















