Sandal Jepit Penitiku Tetap Survive Sejak Ikut Latansa

Ketika daftar itu hampir selesai kucentang, tersisa satu kebutuhan yang belum kupersiapkan, yaitu sandal karet untuk keperluan di toilet dan wudu, atau digunakan saat kegiatan malam. Awalnya aku berniat membeli yang baru, namun tak ada yang cocok di perasaan.

Ingatanku melayang pada sandal favorit yang kusimpan karena penahan jepit depannya putus. Solnya masih empuk dan nyaman dipakai. Sayang rasanya jika harus dibuang.
Aku sempat memikirkan berbagai cara untuk memperbaikinya. Mengikatnya dengan karet terasa kurang meyakinkan karena jika sering bergesekan akan menyebabkan putus kembali.

Hingga akhirnya aku mencari peniti ukuran besar di kotak jahit. Dengan hati-hati kutusukkan ujung peniti pada batang jepit yang putus hingga bisa terpasang kembali di alas sandal. Setelah beberapa kali kucoba berjalan, hasilnya cukup kokoh. Dalam hati aku berkata, “Biarlah sandal ini menemani Latansa, nanti kubuang saat perpulangan.”

Latansa mempertemukan sekitar 150 anggota pelopor perempuan PKS dari berbagai daerah di Kepulauan Riau. Kami dibagi ke dalam 19 regu dengan satu tenda untuk setiap regu. Selama dua hari, kami menjalani pelatihan yang dirancang untuk membentuk ketangguhan fisik, mental, dan spiritual melalui berbagai materi, latihan lapangan, serta kehidupan bersama di area perkemahan.

Tags: