LATANSA Kepri: Menemukan Makna Rumah Besar Itu

Puncak harunya adalah ketika kami saling bersalaman di penghujung acara.

Entah mengapa, rasa haru itu begitu dalam.

Padahal kami baru dua hari bersama. Bahkan hingga agenda selesai, masih banyak di antara kami yang belum saling mengetahui nama.

Namun rasanya seperti akan berpisah dengan keluarga yang telah lama hidup bersama.

Saat itulah aku teringat pada sebuah nasihat guruku.

“Kita ini seperti berada dalam satu rumah besar.”

Kalimat itu baru benar-benar kutemukan maknanya di penghujung LATANSA.

Ketika menatap dan memeluk satu per satu wajah-wajah teduh penuh keikhlasan, aku membayangkan betapa besar pengorbanan dan perjuangan yang telah mereka lalui demi menjaga rumah besar ini.

Mereka pun memiliki ujian hidup masing-masing.

Ada lelah yang tidak pernah diceritakan.

Ada air mata yang mungkin hanya Allah yang menyaksikan.

Belum lagi dinamika dalam perjalanan dakwah itu sendiri.

Ujian dari luar.

Ujian dari dalam.

Perbedaan cara pandang.

Beratnya menjaga ukhuwah.

Dan berbagai perjuangan yang dijalani dalam diam, disimpan rapat agar hanya Allah yang mengetahuinya.

Yang membuatku semakin kagum, di balik semua ujian itu mereka memilih tetap tinggal.

Tetap menjaga rumah ini.

Tetap merawatnya.

Tags:, , ,