Karakteristik Risalah Muhammad SAW

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُونَ
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.” (QS. Saba, 34 : 28)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً
“Dan Nabi-Nabi dahulu (sebelum-ku) diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada manusia semuanya…” (HR. Bukhari)

Keenam, risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah risalah rahmatan lil ‘alamin (yang menjadi rahmat bagi semesta alam).

Allah Ta’ala berfirm an,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya, 21 : 107)

Kehadiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa kemanfaatan bagi seluruh umat manusia. Risalah dan syariat yang dibawanya menjadi jalan bagi manusia untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا أَنَا رَحْمَةٌ مُهْدَاةٌ
“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)” (HR. Al Bukhari dalam Al ‘Ilal Al Kabir 369, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/596. Hadits ini di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 490, juga dalam Shahih Al Jami’, 2345)

Risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam disampaikan dengan hikmah dan pelajaran yang indah; diiringi kebaikan dan keadilan, kemudahan dan kelembutan.

Allah Ta’ala berfirman,

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl, 16: 125)

Diriwayatkan dalam sebuah hadits,

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْ� �َنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ
“Ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam: ‘Agama bagaimanakah yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau menjawab: “Agama yang lurus lagi toleran.” (HR. Ahmad no. 2017, Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 287, dan Abd bin Humaid no. 569. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata: Hadits ini shahih li-ghairih)

Dan dari jalur Aisyah dengan lafal,

إِنِّي أُرْسِلْتُ بِحَنِيفِيَّةٍ سَمْحَةٍ
“Sesungguhnya aku diutus dengan agama yang lurus lagi toleran.” (HR. Ahmad no. 24855. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata: Hadits ini kuat dan sanadnya hasan)

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَسِّرُوا وَلاَ تُعَسِّرُوا ، وَبَشِّرُوا وَلاَ تُنَفِّرُوا
“Mudahkan dan jangan dipersulit, berikan kabar gembira dan jangan dib uat lari”. (HR. Bukhari)

Al-Huda dan Dinil Haq

Inilah keistimewaan risalatul Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia adalah al-huda (petunjuk) dan dinil haq (agama yang benar). Risalah Islam adalah pengganti agama-agama dan syariat yang telah dibawa oleh para Rasul sebelumnya, mengoreksi kesalahan dan kekeliruan akidah agama dan kepercayaan yang dianut manusia yang tidak berdasarkan agama, serta untuk menetapkan hukum-hukum yang berlaku bagi manusia sesuai dengan perkembangan zaman, perbedaan keadaan dan tempat. Hal ini juga berarti dengan datangnya agama Islam yang dibawa Muhammad itu, maka agama-agama yang lain tidak diakui lagi sebagai agama yang sah di sisi Allah.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
“Dia-lah yang mengutus Rasul -Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. As-Shaff, 61: 9)

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath, 48 : 28)

Inilah ad-da’wah (dakwah) yang diemban Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau diutus oleh Allah Ta’ala kepada seluruh umat manusia agar menjadi syahidan (saksi) terhadap orang-orang (umat) yang pernah mendapat risalahnya;

Menjadi basyiran (pembawa kabar gembira) bagi orang-orang yang membenarkan risalahnya dan mengamalkan petunjuk-petunjuk yang dibawanya bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam surga;

Menjadi nadziran (pemberi peringatan) kepada mereka yang mengingkari risalahnya, bahwa mereka akan diazab dengan siksa api neraka;

Menjadi da’iyan ilallah (penyeru ke jalan Allah) agar manusia mengakui keesaan Allah dan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya dan agar mereka beribadat kepada-Nya dengan tulus ikhlas;

Dan menjadi sirajan munira (cahaya yang menerangi) laksana sebuah lampu yang terang benderang yang dapat mengeluarkan mereka dari kegelapan dan kekafiran kepada cahaya keimanan dan menyinari jalan-jalan yang akan ditempuh oleh orang-orang yang beriman agar mereka berbahagia di dunia dan di akhirat.

Tags: