GuidePedia

0
PKS KepriKetua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam atas pembantaian yang terjadi di kota Khojali, Azebaijan oleh militer Armenia. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus turun tangan dan mendesak agar Armenia segera angkat kaki dari Khojali, wilayah Azerbaijan yang dicaplok oleh Armenia.
Ungkapan keprihatinan itu disampaikan Hidayat saat menerima kunjungan Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia Tamerlan Karayev, Jumat (20/2) di Ruang Kerjanya di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta.
“PBB, OKI, dan negara-negara Barat yang menjunjung tinggi kemanusiaan harus mendesak Armenia untuk mengakhiri pendudukannya di Khojali,” tandas Wakil Ketua MPR RI ini.
Hidayat juga meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan pembukaan kantor kedutaan besar Indonesia di Armenia. Hal ini, menurutnya, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, yang menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi.
Legislator PKS daerah pemilihan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan luar negeri ini berjanji, akan menyampaikan hal ini kepada Komisi I DPR. Lebih jauh Hidayat akan memfasilitasi pertemuan antara Dubes Tamerlan Karayev dengan Komisi I DPR setelah masa reses kedua selesai akhir Maret mendatang.
Dalam pertemuan itu Karayev menyampaikan kondisi terakhir di Khojali, yang sudah sejak tahun 1992 direbut oleh Armenia. Ribuan penduduk Khojali, terdiri dari anakanak, perempuan, dan orang tua telah tewas sejak pendudukan Armenia.
“Saat ini ada sekitar satu juta penduduk Khojali yang hidup di pengungsian,” ungkap Karayev.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Karayev meminta dukungan dan bantuan Indonesia untuk berbicara di fora-fora internasional agar pendudukan atas Khojali dapat segera diakhiri.
Karayev sempat menyinggung ihwal Deklarasi Palembang yang dikeluarkan pada konferensi parlemen negara-negara anggota OKI (Parliementary Union of Islamic Country/UIC) ke-7 di Pelembang, yang memberikan dukungan atas Azerbaijan untuk mendapatkan kembali daerah yang diduduki Amenia secara tidak sah.
Karayev mengucapkan terima kasih atas dukungan itu dan mengharapkan peran Indonesia yang lebih besar untuk mengakhiri pendudukan Armenia di Azrbaijan.
“Sebagai negara demokrasi muslim yang besar, suara Indonesia akan didengar oleh negara-negara lain. Kami mengharapkan bantuan dari Indonesia,” ucap Karayev. [pks.or.id]

Post a Comment

 
Top