GuidePedia

0
Pemilihan Umum Raya yang digelar PKS merupakan bukti bahwa kader partai dakwah itu tetap solid. Mereka tidak terpengaruh dengan kasus suap yang membelit Luthfi Hasan Ishaaq.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 30/12).

"Saya apresiasi kepada kader. Mereka tetap solid sekalipun dihantam dengan prahara yang sangat dahstat ini. Info yang saya dengar dari panitia, kader yang memilih itu 86 persen. Itu presentase sangat besar. PKS ternyata tetap solid, bergairah dan penuh semanbat. Prahara ini memang mereka pahami bukan masalah PKS sebagai organisasi, tapi itu individu. Mereka bisa memilah itu," ujar Hidayat.

Kemarin, DPP PKS sudah mengumumkan lima nama calon presiden berdasarkan pilihan kader partai dakwah itu. Hidayat Nur Wahid berada di urutan tertas.

Menurut Hidayat, proses Pemira ini belum selesai. Karena tahapannya masih berlanjaut ke Majelis Syuro, yang akan menentukan siapa dari lima nama itu yang bakal diusung.

Karena itu, Hidayat mengimbau kepada kader PKS tetap proporsional dalam menanggapinya, begitu juga publik.

"Saya juga tidak perlu berlebihan dalam menanggapinya. Kita proporsional saja. Yang jelas, tugas saya sekarang defenitif calon DPR RI. Selain saya fokus tugas di partai dan di DPR. Jadi saya serahkan ke Majelis Syuro yang saya dengar keputusannya akhir Januari. Ditunggu saja. Saya menghargai partai dan kader," tandas Hidayat. [zul]

Post a Comment

 
Top