Tingkatan Cinta

Perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.

Mengenai anjuran kepada manusia untuk memanfaatkan rizki dari Allah Ta’ala berupa sarana hidup, disebutkan dalam hadits dari Abu Ahwash dari ayahnya, Ia berkata,

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثَوْبٍ دُونٍ فَقَالَ أَلَكَ مَالٌ قَالَ نَعَمْ قَالَ مِنْ أَيِّ الْمَالِ قَالَ قَدْ آتَانِي اللَّهُ مِنْ الْإِبِلِ وَالْغَنَمِ وَالْخَيْلِ وَالرَّقِيقِ قَالَ فَإِذَا آتَاكَ اللَّهُ مَالًا فَلْيُرَ أَثَرُ نِعْمَةِ اللَّهِ عَلَيْكَ وَكَرَامَتِهِ

“Aku mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan baju yang lusuh. Maka beliau bertanya: ‘Apakah engkau mempunyai harta’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Harta apa saja?’ ia menjawab, ‘Allah telah memberiku unta, kambing, kuda dan budak.’ Beliau bersabda: ‘Jika Allah memberimu harta maka tampakkanlah wujud dari nikimat-Nya dan pemberian-Nya itu pada dirimu.’” (HR. Abu Daud)

Wallahu A’lam.

Tags: