KEPRI – Menjadi generasi muda yang aktif, produktif, dan memiliki banyak kesibukan tidak seharusnya menjadi alasan untuk jauh dari Al-Qur’an.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Ismiyati, saat melaksanakan kegiatan reses bersama ratusan generasi Z (GenZ) di Ballroom Hotel Nite & Day Tanjungpinang, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan reses yang dikemas dengan nuansa anak muda tersebut dihadiri ratusan GenZ dari Komunitas Brother dan Sister Fillah serta berbagai elemen komunitas GenZ hijrah lainnya. Mengusung semangat “Road to Qur’an Camp”, kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, santai, dan penuh inspirasi.
Di hadapan para peserta, Ismiyati yang juga Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (BiPeKa) di DPW PKS Kepri mengajak GenZ untuk tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian penting dalam kehidupan, di tengah aktivitas mereka yang semakin padat, baik dalam pendidikan, pekerjaan, organisasi, maupun aktivitas sosial.
“Kesibukan jangan sampai membuat kita meninggalkan Al-Qur’an. Justru ketika kesibukan kita semakin banyak, kita semakin membutuhkan Al-Qur’an sebagai pedoman dan sumber ketenangan,” ujar Ismiyati.
Menurut Ismiyati, membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak harus menunggu memiliki banyak waktu luang. Yang terpenting adalah membangun komitmen dan kebiasaan untuk selalu menyediakan waktu bersama Al-Qur’an.
Ia mengajak para GenZ untuk memulai dari hal-hal sederhana, seperti membaca beberapa ayat setiap hari, memahami maknanya, menghafalnya secara bertahap, serta berusaha menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
“Jangan berpikir harus menunggu waktu luang untuk membaca Al-Qur’an. Kita yang harus menyediakan waktu untuk Al-Qur’an. Sesibuk apa pun kita, tetap sisihkan waktu. Karena kalau kita menunggu sempat, bisa jadi kita tidak pernah sempat,” ungkapnya.
Ismiyati juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang sangat cepat. Berbagai informasi dan gaya hidup dapat dengan mudah memengaruhi pola pikir dan perilaku anak muda.
Karena itu, menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi kompas kehidupan agar GenZ mampu memilah mana yang baik dan buruk serta tetap memiliki prinsip di tengah berbagai perubahan zaman.
Ismiyati menyampaikan, “Kita ingin GenZ bukan hanya menjadi generasi yang melek teknologi dan memiliki prestasi, tetapi juga generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, kuat menghadapi tantangan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.
Ismiyati memberikan apresiasi terhadap keberadaan komunitas seperti Brother dan Sister Fillah serta komunitas hijrah lainnya yang menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk saling mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan.
Kegiatan reses tersebut juga menjadi ruang dialog dan silaturahmi antara Ismiyati dengan GenZ. Tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, Ismiyati membuka ruang bagi para peserta untuk menyampaikan pandangan, keresahan, dan aspirasi mereka sebagai generasi muda di Kepulauan Riau.
Melalui kegiatan Road to Qur’an Camp, Ismiyati berharap semakin banyak GenZ yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita buktikan bahwa menjadi GenZ yang sibuk, aktif dan produktif tidak berarti harus jauh dari Al-Qur’an. Justru jadikan Al-Qur’an sebagai teman dalam kesibukan kita. Dengan Al-Qur’an, kita punya arah, ketenangan, dan kekuatan untuk menghadapi masa depan,” pungkas Ismiyati.***
Tags:
















