KEPRI – Dalam rangka menyambut Hari Nelayan, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Tenaga Kerja, Petani, Peternak, dan Nelayan menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) bersama nelayan Kota Batam.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPW PKS Kepri ini dihadiri oleh sekitar 10 perwakilan nelayan. Dari internal partai, turut hadir Sekretaris Umum (Sekum) Syaifuddin Fauzi, Bendahara Umum (Bendum) Riza H Yopie, serta Ketua Bidang Tenaga Kerja, Petani, Peternak, dan Nelayan Warya Burhanuddin.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyerap aspirasi serta menggali informasi terkait kondisi nelayan di Kota Batam.
Aspirasi yang dihimpun nantinya akan diteruskan kepada anggota legislatif PKS di tingkat daerah maupun pusat untuk diperjuangkan.
Dalam sambutannya, Sekum DPW PKS Kepri Syaifuddin Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap nelayan sebagai pejuang ekonomi keluarga di tengah pesatnya perkembangan industri di Batam.
“Pertemuan ini menjadi sarana untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan apresiasi kepada para nelayan. Kami menyadari tidak semua aspirasi dapat langsung direalisasikan, namun setidaknya ada sebagian yang bisa kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PKS memiliki perwakilan legislatif di berbagai tingkatan, bahkan juga memiliki kepala daerah, sehingga diharapkan mampu mengawal aspirasi masyarakat, termasuk nelayan.
Sementara itu, Ketua Bidang Tenaga Kerja, Petani, Peternak, dan Nelayan DPW PKS Kepri, Warya Burhanuddin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keberpihakan partai terhadap nelayan.
“Nelayan merupakan salah satu mata pencaharian penting masyarakat Batam yang harus mendapatkan perhatian dan dukungan, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di sektor perikanan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan dunia nelayan dan petani.
“Saya adalah anak nelayan dan petani, sehingga memahami betul kerasnya kehidupan mereka. Apa yang kami perjuangkan hari ini adalah panggilan jiwa yang lahir dari pengalaman pribadi,” tambahnya.
Dari pihak nelayan, pertemuan ini disambut positif. Mereka berharap PKS dapat memperjuangkan sejumlah persoalan yang dihadapi, di antaranya semakin terbatasnya area tangkap akibat aktivitas penimbunan laut, keterbatasan alat tangkap seperti sampan dan mesin, serta kebutuhan akan dukungan sarana budidaya.
Para nelayan juga menekankan pentingnya pengembangan sektor budidaya kelautan sebagai alternatif mata pencaharian, sehingga tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi antara nelayan dan pemangku kebijakan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Batam.***
Tags:Kepri, pks, Syaifuddin Fauzi, Warya Burhanuddin
















