Reses di Dapil Kepri 6, Wahyu Wahyudin Ungkap Problematika Investasi dan SDM di Kepri

KEPRI – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wahyu Wahyudin, turun langsung ke Daerah Pemilihan (Dapil) Kepri 6 dalam kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mahasiswa.

Sejumlah persoalan disampaikan dalam pertemuan tersebut, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan tinggi yang dinilai masih menjadi beban bagi sebagian keluarga.

Wahyu mengatakan, reses merupakan momentum bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi yang diterima, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai catatan, tetapi harus diperjuangkan menjadi kebijakan.

“Saya turun ke Dapil Kepri 6 bukan sekadar datang dan mencatat. Saya ingin mendengar langsung suara rakyat dan mahasiswa. Apa yang mereka rasakan harus kita perjuangkan menjadi kebijakan,” tegas Wahyu.

Salah satu aspirasi yang mencuat dalam kegiatan tersebut adalah persoalan keterjangkauan harga kebutuhan pokok. Masyarakat mengeluhkan tingginya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama harga beras, minyak goreng, telur, gula dan kebutuhan pangan lainnya.

Wahyu menilai pemerintah perlu memperkuat berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Program pasar murah, operasi pasar, bantuan pangan serta penguatan distribusi dinilai perlu terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Rakyat tidak meminta hidup mewah. Rakyat hanya ingin sembako tersedia dan harganya terjangkau. Jangan sampai masyarakat bekerja sebulan, tetapi penghasilannya habis hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya.

Selain persoalan kebutuhan pokok, aspirasi dari kalangan mahasiswa juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Mereka menyampaikan sejumlah kendala terkait biaya kuliah dan kebutuhan penunjang pendidikan, seperti transportasi, tempat tinggal serta kebutuhan akademik.

Wahyu menegaskan bahwa persoalan biaya tidak boleh membuat anak-anak Kepri kehilangan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi.

“Jangan sampai anak-anak Kepri punya kemampuan dan cita-cita tinggi, tetapi harus berhenti kuliah karena persoalan biaya. Negara harus hadir,” katanya.

Ia mendorong pemerintah untuk memperluas akses beasiswa, bantuan pendidikan, subsidi biaya kuliah serta berbagai program pendukung bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Menurut Wahyu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi bagian penting dalam pembangunan Kepri. Pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita ingin Kepri maju, kita harus memastikan anak-anak mudanya bisa sekolah dan kuliah. Jangan sampai kemiskinan hari ini mewariskan keterbatasan pendidikan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Wahyu memastikan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang disampaikan dalam kegiatan reses tersebut akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah daerah.

“Reses bukan seremoni. Reses adalah saatnya wakil rakyat turun ke bawah, mendengar langsung denyut kehidupan masyarakat. Suara rakyat di Dapil Kepri 6 harus kita bawa ke meja kebijakan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, keterjangkauan kebutuhan pokok dan akses pendidikan merupakan persoalan yang saling berkaitan dengan kesejahteraan keluarga.

“Semua harus kita perjuangkan. Sembako harus terjangkau, pendidikan harus terjangkau, dan masa depan anak-anak Kepri harus diperjuangkan,” tutup Wahyu.***

Tags: