Reses di Batam, Komisi IV DPR RI Temukan Sejumlah Catatan Soal Karantina, Hutan hingga Lobster

KEPRI – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Riyono, menyampaikan sejumlah catatan hasil kunjungan kerja reses di Batam, pada Jumat (24/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menyoroti pengawasan ekspor-impor melalui karantina, pengelolaan kawasan hutan, hingga pengembangan budidaya lobster.

Menurut politisi 47 tahun itu, pengawasan di kawasan pelabuhan menjadi perhatian karena Batam merupakan salah satu pintu keluar-masuk barang ekspor dan impor.

Ia mengatakan, koordinasi antara Badan Karantina Nasional, Bea Cukai, BP Batam, dan instansi terkait perlu dipastikan berjalan baik, agar arus perdagangan tidak terganggu.

“Kita memastikan kegiatan ekspor impor di kawasan pelabuhan berjalan dengan lancar, khususnya berkaitan dengan pengecekan kualitas dan kemampuan Badan Karantina Nasional,” ujar Riyono.

Menurutnya, pemeriksaan karantina penting untuk memastikan komoditas ekspor telah memenuhi standar negara tujuan.

Sementara barang impor harus dipastikan tidak membawa penyakit maupun zat berbahaya yang berpotensi menimbulkan wabah.

Selain meninjau pelayanan karantina, Komisi IV juga mengecek pemanfaatan kawasan hutan di Batam.

Dari hasil peninjauan tersebut, Riyono menilai pengelolaan kawasan hutan masih perlu dievaluasi.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah besaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dinilai belum sebanding dengan lamanya izin pemanfaatan kawasan hutan.

“Ada yang dikasih pemanfaatan kawasan hutan sampai 50 tahun, sampai 55 tahun. Ternyata PNBP-nya kecil sekali, setahun hanya Rp100 juta, hanya Rp150 juta,” ujarnya.

Temuan itu lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi Komisi IV DPR RI untuk melihat kembali formulasi pemberian izin pemanfaatan kawasan hutan di masa mendatang.

Lokasi yang ditinjau berada di kawasan hutan Muka Kuning yang dikelola balai kehutanan.

Selain itu, rombongan juga meninjau model budidaya lobster di Batam.

Riyono menilai, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas tersebut karena menjadi salah satu penghasil benih bening lobster.

Menurutnya, model budidaya yang diterapkan di Batam diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat, sehingga potensi ekonomi lobster dapat dimanfaatkan lebih maksimal.***

Sumber: Tribun Batam

Tags:, ,