KEPRI – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Kepulauan Riau menggelar Musabaqoh Hifzil Qur’an (MHQ) di Kantor DPW PKS Kepulauan Riau, Ahad (1/3/2026).
Kegiatan ini diikuti para peserta terbaik yang sebelumnya telah menjuarai MHQ di tingkat Dewan Pengurus Daerah (DPD) masing-masing kabupaten/kota se-Kepulauan Riau.
Para peserta datang dari berbagai daerah, seperti Batam, Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan, dengan menempuh perjalanan darat maupun laut.
Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Suryani, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menegaskan pentingnya kebersamaan dalam jamaah dan struktur partai sebagai sarana memperkuat amal kebaikan di tengah masyarakat.
“Semoga Allah memberkahi kebersamaan kita dalam jamaah dan struktur PKS ini, serta terus meningkatkan amal baik kita di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya di dampingi Sekretaris Syaifuddin Fauzi dan Bendahara, Riza H Jopie.
Suryani juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berjuang hadir mengikuti perlombaan.
Menurutnya, setiap langkah dan pengorbanan mereka dalam menempuh perjalanan akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Dewan Hakim yang hadir dari berbagai daerah, panitia pelaksana, serta jajaran Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW dan DPD.
Dalam momentum bulan Ramadan yang dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an, Suryani menekankan bahwa kader PKS harus senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.
Tidak hanya membaca dan menghafal, tetapi juga mentadabburi dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengutip pesan para pimpinan pusat PKS yang mendorong agar Al-Qur’an tidak sekadar menjadi program, melainkan menjadi jati diri dan nilai dasar kader.
“Ini bukan sekadar program, tetapi identitas dan akhlak kita. Nilai-nilai Al-Qur’an harus tampak dalam keseharian,” tegasnya.
Menurutnya, MHQ menjadi salah satu sarana untuk membangun tradisi positif dalam memurojaah hafalan dan meningkatkan semangat kader dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Suryani turut berbagi kisah inspiratif tentang seorang ibu majelis taklim berusia 78 tahun yang baru mulai mengenal Al-Qur’an pada usia 70 tahun.
Kisah tersebut, katanya, menjadi pengingat bahwa dakwah Al-Qur’an harus terus digencarkan tanpa mengenal batas usia.
Melalui ajang MHQ ini, DPW PKS Kepulauan Riau berharap semangat mencintai, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an semakin mengakar di kalangan kader dan masyarakat luas.
“Mari kita proaktif mendatangi masyarakat, mengajarkan Al-Qur’an, dan menebarkan nilai-nilainya. Jangan menunggu mereka datang, tetapi kita yang hadir memberi sentuhan,” pungkasnya.***
















