Nenek Hotna Membina 11 Kelompok UPA

MEMBINA UPA adalah cara meraih pahala jariyah yang akan terus mengalirkan pahala kepada pelakunya meskipun sudah tiada. Motivasi ini mendorong Hotnasari Ritonga, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Batam, Kepri, untuk banyak membina UPA.

Berikut sebelas fakta tentang Hotnasari Ritonga, nenek yang membina sebelah UPA setiap pekannya.

Fakta pertama, menjadi nenek. Saat ini usia Hotna 53 tahun, dikaruniai tiga anak dan dua cucu. Dirinya bukan saja seorang ibu, namun telah menjadi nenek. Status ini tidak menghalanginya untuk aktif membina.

Fakta kedua, 23 tahun UPA. Rupanya Hotna telah aktif mengikuti kegiatan UPA sejak 23 tahun lalu. Ini yang membuat dirinya sangat matang dan sangat menikmati aktivitas UPA. Seakan UPA sudah mendarah daging dalam dirinya.

Fakta ketiga, dukungan keluarga. Hal yang sangat disyukuri Hotna adalah mendapatkan dukungan penuh dari suami tercinta dan seluruh keluarga. Ini yang membuat dirinya leluasa dalam aktivitas dakwah.

Fakta keempat, selalu bersemangat. Hotna sangat bersemangat melakukan aktivitas pembinaan. Ia bahkan rela meninggalkan aktivitas sebagai guru di sebuah lembaga pendidikan, karena ingin fokus membina UPA saja.

Fakta kelima, ekspresi syukur. Hotna merasa bersyukur yang tak terhingga kepada Allah atas karunia tarbiyah yang telah dirasakan dan dinikmati selama ini. Untuk itu dirinya bertekad mendedikasikan sisa umur yang masih Allah berikan dengan menjalankan pembinaan.

Fakta keenam, ingin selalu istiqamah. Hotna selalu memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam kondisi istiqamah di jalan dakwah. Ia membina sebelas UPA agar selalu berada dalam lingkungan kebaikan. Harapannya, akan terus menerus bisa istiqamah dalam kebaikan.

Fakta ketujuh, motivasi ukhrawi. Bagi Hotna, membina UPA adalah sarana untuk mendapatkan pahala amal jariyah. Hotna ingin mendapatkan ridha Allah, dan aktivitasnya menjadi amal salih yang bisa menolong di hari akhir kelak.

Fakta kedelapan, cara merekrut. Hotna mengajak ibu-ibu untuk bergabung dalam UPA, melalui majelis-majelis taklim. Ia menyampaikan tema urgensi pendidikan dan pembinaan pribadi. Tentu juga bekerja sama dengan teman-teman terdekat untuk mengajak ibu-ibu mengikuti UPA.

Fakta kesembilan, cara membina. Hotna mengawali dengan mengajak belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Sembari belajar tahsin Al-Qur’an, ia menyelipkan materi pembinaan. Hingga akhirnya mereka bersedia bergabung dalam forum UPA rutin pekanan.

Fakta kesepuluh, membina 11 kelompok. Saat ini Hotna membina 11 kelompok UPA setiap pekannya, dengan total jumlah binaan 113 orang. Semuanya ibu-ibu muslimah.

Fakta kesebelas, pandai mengelola hari. Hari Senin adalah hari dimana Hotna mengikuti UPA sebagai peserta. Selanjutnya, hari Selasa membina dua UPA di kelurahan yang berbeda. Rabu membina tiga UPA di kelurahan yang berbeda. Kamis membina dua UPA di tempat yang berbeda. Jum’at membina dua UPA di kelurahan yang berbeda. Sabtu membina dua UPA di kelurahan yang berbeda. Adapun hari Ahad digunakan untuk agenda dakwah lainnya.

Pesan untuk semua. Hotna berpesan kepada semua kader dakwah di seluruh Indonesia agar selalu bersemangat menjalankan dakwah dan tarbiyah.

“Untuk urusan dunia saja semangat, maka untuk meraih akhirat harus lebih prioritas, konsisten dan selalu semangat”, ujar Hotna.***

Tags:,