KEPRI – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 10–12 November 2025, jajaran pengurus dan kader di tingkat daerah diminta memperkuat struktur organisasi yang solid dan berkarakter jamaah.
Ketua DPW PKS Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Suryani menegaskan bahwa pembentukan struktur yang kuat bukan sekadar formalitas pelantikan pengurus, tetapi harus menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai dakwah dan kebersamaan.
“Pelantikan atau Muscab DPC se-Kota Batam, se-Kepri, dan seluruh Indonesia dilakukan dalam rangka mewujudkan struktur yang solid. Struktur yang solid dikelola dengan nilai-nilai kejamaahan,” ujar Suryani saat memberikan sambutan pada Muscab DPD PKS Kota Batam di Hotel Harmoni One Batam Centre, Ahad 19 Oktober 2025.
Suryani menekankan bahwa organisasi PKS berbeda dengan organisasi umum lain, karena selain memiliki kepentingan duniawi, bagaimana PKS sebagai partai dakwah bisa menjadi salah satu kontributor untuk peradaban dunia, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
“Tujuan kita adalah dakwah ilallah. Struktur yang solid adalah yang menjaga ukhuwah, saling membantu, dan jika terjadi konflik atau masalah dikelola dengan baik. Kalau ada perbedaan, sampaikan dengan baik,” tegas Suryani.
Menurut Suryani, struktur yang kokoh hanya bisa dibangun melalui kerja kolektif (amal jamai) dan komunikasi yang baik di setiap tingkatan mulai dari DPP hingga DPRa. DPD dan DPW juga diimbau memperbanyak program pembinaan dan upgrading kepemimpinan bagi pengurus di daerah.
“Karena kita masing-masing ini adalah pemimpin. Maka penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, mampu menempatkan diri dengan baik,” ujar Suryani.
Suryani juga menyinggung pentingnya menjaga citra publik dan kehati-hatian dalam komunikasi politik, terutama di era digital saat ini.
“Seringkali hal kecil bisa berdampak besar di ruang publik. Karena itu, keterampilan komunikasi harus terus ditingkatkan,” tambah Suryani.
Selain itu, Suryani mengingatkan agar seluruh pengurus aktif mengikuti kelompok-kelompok pembinaan (tarbiyah) sebagai bagian dari sistem kaderisasi PKS yang telah terbangun sejak lama.
PKS memang mengalami perkembangan citra yang lebih moderat, tetapi jangan sampai kebablasan. Kita tetap punya prinsip dan sistem tarbiyah yang harus dijaga. Maka, setiap kader berhak mendapat pembinaan untuk memperkuat ruhiyah dan semangat dakwah,” kata Suryani.
Menutup arahannya, Suryani mengajak seluruh kader di tingkat DPW, DPD, DPC, dan DPRa untuk bersama-sama membangun struktur organisasi yang kokoh, harmonis, dan berorientasi pada kerja kolektif.
Tidak mungkin struktur ini menjadi solid tanpa amal jamai atau kerja kolektif. Dan terakhir sekali pengingat dari Ketua Majelis Syuro, bahwa PKS ini udah berhasil bergeser dari kanan ke tengah. Tapi jangan kebablasan, kita punya prinsip, kita punya sistem tarbiyah. Maka mohon kepada seluruh pengurus ikut kelompok-kelompok pembinaan karena merupakan hak antum semua,” pungkas Suryani.***
















