Menempuh Asbab adalah Tugas Kita, Adapun Keberhasilan datangnya Hanya dari Allah

Di dalam Al Quran dalam kisah Dzulqarnain, Allah menekankan dalam perjalanan dakwah dan jihad beliau dengan فأتبع سببا ثم أتبع سببا berulang-ulang.

Maka ia diharuskan menempuh segala daya upaya, menempuh segala wasail (sarana dan prasarana) yang menghantarkan kepada kesuksesan. Dan ini merupakan sunnatullah dalam dakwah. علينا أن نأخذ بالأسباب

Kewajiban kita melaksanakan tugas dengan menempuh sebab-sebab yang menghantarkan kita kepada keberhasilan. Adapun keberhasilan itu sendiri datang dari Allah SWT. وما النصر إلا من عند الله العزيز الحكيم. Kewajiban menempuh asbab, menyediakan sarana dan prasarana, menyiapkan perencanaan termasuk rencana strategis adalah kewajiban kita. Dan kemudian kita melaksanakan perencanaan itu dengan semangat mahabbah, dengan penuh cinta dalam melaksanakan amal jama’i. Baik cinta dalam rangka habluminallah ataupun cinta dalam kaitan habluminannas. Setelah itu ats-tsamrah atau buahnya kita tunggu dari Allah SWT. Para ahli hikmah dalam dakwah mengatakan:

عليكم ببدر الحب و رعايته بالحب و يأتيكم النجاح من الرب

Kewajiban kalian adalah menebarkan benih dan memelihara benih yang tersebar itu dengan penuh cinta dengan penuh mahabbah, dan akan datang keberhasilan dari Rabb, Allah rabbul ‘alamin.

Kewajiban kita adalah memulai langkah dengan menyebarkan benih dengan mempersiapkan perencanaan, mempersiapkan strategi, mempersiapkan program kerja. Dan kemudian melaksanakannya dengan penuh suka cita. Seperti yang sering kita senandungkan يتمتعون بمتاعب العوة menikmati jerih payah dalam dakwah. Kita tidak mungkin bisa menikmati jerih payah dalam dakwah kecuali dengan semangat mahabbah. Mahabbatillah wa mahabbah fillah. Wata’tikum tsamrah min rabbi. Dan buah kerja, keberhasilan kerja, kesuksesan, kemenangan seluruhnya bukan kewajiban kita. Itu adalah otoritas Allah SWT. Kita hanya bisa bekerja dan bekerja disusul berharap dan berdoa kemudian realisasi dari harapan-harapan dan doa kita datang dari Allah SWT. وما النصر إلا من عند الله العزيز الحكيم

(Kutipan Taujih Ketua Majelis Syura, KH. Hilmi Aminuddin pada Pembukaan Mukernas PKS, tanggal 30 September 2005 di Jakarta)

Tags: