Suasana Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepulauan Riau di Sukajadi mendadak ramai.
Sekelompok pria dan wanita berjaket hijau tampak “menyeruduk” masuk ke halaman kantor.
Namun tak ada raut emosi atau teriakan keras. Yang terlihat justru senyum ramah dan sapaan hangat.
Mereka adalah Komunitas Ojek Online (Ojol) dari berbagai latar belakang suku yang datang untuk bersilaturahmi dengan PKS Kepri.

Kunjungan ini bukanlah aksi spontan, melainkan agenda silaturahim yang telah lama terjalin antara komunitas ojol dan PKS, hanya saja kali ini dilakukan di tempat yang berbeda.
Kedekatan emosional antara komunitas ojol dan PKS berawal dari ruang dialog yang dibuka PKS untuk mendengar langsung curahan hati para driver.
Titik awalnya adalah pertemuan komunitas ojol dengan Sekretaris MPW PKS Kepri, Raden Hari Tjahyono (RHT), yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Dari pertemuan-pertemuan itulah, kepercayaan mulai tumbuh.
Ketua Komunitas Ojol, Apri, mengenang bagaimana awalnya banyak driver ojol memandang politik sebagai sesuatu yang kotor dan jauh dari kehidupan mereka.
Namun diskusi-diskusi yang dilakukan bersama PKS perlahan mengubah cara pandang tersebut.
“Diskusi itu menjawab banyak pertanyaan kami. Politik ternyata penting dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Apri.
Ia bahkan menegaskan bahwa hubungan komunitas ojol dengan PKS tidak lagi sebatas relasi politik.
“Dengan PKS bukan hanya ikatan politik, tapi sudah masuk ke hati,” ungkapnya.
Apri menyebut, banyak anggota komunitas ojol kini terlibat aktif sebagai saksi pemilu dan berharap bisa terus dibina oleh PKS.
Menurutnya, komunitas tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga perekat persatuan lintas suku dan latar belakang.
Dalam kesempatan itu, Apri juga menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi driver ojol, mulai dari regulasi aplikator yang kewenangannya berada di pemerintah pusat, hingga skema prioritas order yang mengharuskan driver mengikuti program berbayar.
Ia berharap PKS, termasuk melalui DPR RI, dapat memperjuangkan regulasi berupa Perppu atau Perpres yang lebih berpihak kepada driver ojol.
Ia juga menyinggung soal perlindungan sosial. Pasca kasus meninggalnya driver ojol di Jakarta, kini akses BPJS semakin terbuka, baik melalui aplikator maupun pemerintah daerah, meski sempat terjadi miskomunikasi kebijakan.
“Alhamdulillah sekarang semua anggota sudah punya BPJS,” tambahnya.
Bagi PKS, politik bukan sekadar pembahasan terkait kompetisi kursi legislatif anggota Dewan atau Pemimpin di tingkat Kota atau Provinsi.
Melainkan politik yang meliputi seluruh aspek kehidupan. PKS punya misi kemanusiaan, pernah mengirimkan 27.000 Relawan Tsunami ke Aceh, yang tidak banyak diketahui publik.
Dan yang terbaru PKS mengirimkan 2 motor trailer ke Aceh Tamiang, yang diserahkan langsung oleh Ketua DPW PKS Kepri Suryani bersama tim.
PKS Kepri menyerahkan donasi ratusan juta rupiah di tahap 1 dan tahap 2 untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pendirian PKS sebagai respons terhadap era reformasi. Partai ini lahir dari gerakan dakwah aktivis mahasiswa dan kampus yang kemudian bertransformasi menjadi PKS pada tahun 2002.
PKS punya misi membangun Indonesia, mulai sejak dari perbaikan di tingkat Individu, Keluarga, Komuitas.
PKS punya misi Pemberdayaan Perempuan, Forum Ayah, Ketahanan Keluarga, Pelatihan UMKM, komunitas PKS Muda dan lain sebagainya.
Dan PKS pun berperan dalam misi kemanusiaan di tingkat onternasional, seperti konsisten membela Palestina.
Ketua DPW PKS Kepri Suryani menegaskan bahwa dunia ojol bukan hal baru bagi PKS. Pembinaan komunitas serupa juga dilakukan di tingkat DPP dan berbagai daerah.
“PKS terbuka untuk semua warga negara Indonesia. Ada anggota pemegang KTA, ada pula kader yang mengikuti pembinaan,” jelasnya.
Suryani menekankan bahwa PKS siap menjadi jembatan aspirasi berbagai kalangan, termasuk para driver ojol. Bahkan, PKS menyambut baik jika komunitas ojol tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga ikut dalam pembinaan relawan, saksi, dan pemenangan pemilu secara berkelanjutan.
“Berpartai bagi PKS bukan hanya soal pemilu. Ini tentang perjuangan jangka panjang agar PKS benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
Silaturahim siang itu pun ditutup dengan obrolan hangat. Tidak ada sekat antara jaket hijau ojol dan warna khas partai. Yang tersisa hanyalah harapan akan perjuangan bersama, dari komunitas, untuk masyarakat yang lebih baik.***
















