Oleh: Titik Yuliani (Anggota Relawan Literasi Kepri)
CAHAYA matahari yang mulai condong ke barat menyelimuti kawasan Batam Center dengan nuansa keemasan, Ahad (15/2/2026).
Di antara lalu lalang kendaraan dan hiruk pikuk kota, ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berjalan beriringan, memadati ruas jalan dalam Pawai Ramadan 1447 Hijriah.
Angin senja berembus pelan, menggerakkan bendera-bendera kecil bernuansa oranye dan putih yang mendominasi barisan.
Spanduk berisi pesan kebaikan terbentang, sementara lantunan shalawat “Marhaban ya Ramadan” menggema di sepanjang rute.
Rebana bertalu-talu, takbir bersahutan, dan senyum warga yang menyaksikan menjadi pelengkap suasana hangat sore itu.
Kegiatan yang digelar DPD PKS Kota Batam ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menjadi wujud syiar dan ajakan terbuka kepada masyarakat untuk menyambut bulan suci dengan hati yang lapang dan semangat kebersamaan.
Ketua DPW PKS Kepulauan Riau, Suryani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Baginya, Pawai Ramadan adalah momentum untuk mengingat kembali tujuan utama ibadah puasa.
“Tujuan puasa sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa,” ujarnya.
Ramadan, lanjutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga waktu terbaik untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menariknya, Suryani tak sekadar hadir memberi sambutan. Ia berada di barisan terdepan, berjalan bersama para kader dan simpatisan.
Kehadirannya di garda depan menjadi simbol keteladanan, membersamai, bukan sekadar mengarahkan.
Di tengah keramaian, Romi, salah satu kader PKS Batam Kota, tampak hadir bersama keluarganya. Ia membagikan air putih dan roti kepada peserta pawai. Baginya, kebersamaan adalah inti dari kegiatan ini.
“Pawai ini ajang silaturahmi. Kami ingin PKS dekat dengan warga, bukan hanya saat butuh suara, tapi saat senang maupun susah,” ujarnya sembari tersenyum.
Pesan serupa disampaikan Irwandi Al Bustomy dengan penuh semangat. Ucapannya disambut takbir yang menggema di antara barisan peserta, mempertegas antusiasme yang terasa sepanjang rute.
Di sudut lain, kader muda yang tergabung dalam Kepanduan dan Santika sigap merapikan barisan. Mereka juga memastikan kebersihan tetap terjaga, memungut sampah di sepanjang jalan yang dilalui.
Kemeriahan sore itu berjalan seiring dengan tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pawai Ramadan ini lebih dari sekadar arak-arakan. Ia adalah ungkapan rindu kepada bulan suci, doa yang berjalan di atas aspal kota, takbir yang menggetarkan dada, serta silaturahmi yang menghangatkan jiwa.
Di senja Batam, semangat itu terasa begitu hidup. Semangat untuk menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, memperbaiki diri, dan meneguhkan langkah menuju ketakwaan.***
Tags:
















