Dalam pemaparannya, Tifatul mengangkat tema kepemimpinan dalam perspektif Islam. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat harus dibangun di atas fondasi keimanan, penguatan ruhiyah, persatuan umat, dan komitmen dalam menjalankan dakwah Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Menguatkan Ruhiyah sebagai Fondasi Kepemimpinan
Tifatul mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, membiasakan qiyamullail, memperbanyak istighfar, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Menurutnya, kekuatan ruhiyah menjadi bekal utama dalam menjalankan amanah dakwah dan kepemimpinan.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 69:
“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa: 69)
Menjaga Persatuan dan Menghidupkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Dalam kesempatan tersebut, Tifatul juga menyoroti kondisi umat Islam yang menurutnya masih menghadapi berbagai tantangan akibat melemahnya semangat amar ma’ruf nahi munkar serta perpecahan di tengah umat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dan terus menyeru kepada kebaikan sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 104:
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Tarbiyah Menumbuhkan Semangat dan Siap Menjawab Seruan Dakwah
Pada bagian akhir materinya, Tifatul menegaskan pentingnya tarbiyah dalam membentuk karakter kader. Menurutnya, tarbiyah merupakan ruh al-istijabah, yaitu semangat untuk senantiasa siap menyambut seruan Allah dan menjalankan amanah dakwah.
“Kaum muslimin pembawa risalah dakwah. Karena itu, tarbiyah harus terus dijaga agar semangat melayani umat dan menyebarkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin tetap hidup,” ungkapnya.
Ia kemudian mengutip Surah Yusuf ayat 108:
“Katakanlah (Muhammad), inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)
Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari peserta. Kader PKS Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, yang diharapkan semakin memperkuat semangat perjuangan, soliditas, serta komitmen dalam melayani masyarakat melalui dakwah dan khidmat pelayanan PKS.***
Tags:pks, Suryani, Tifatul Sembiring
















