Keempat, ad-dalilul wahyu (dalil wahyu), dan kelima, ad-dalilut tarikhi (dalil sejarah).
Eksistensi Allah Ta’ala telah diberitakan di sepanjang sejarah manusia. Mulai dari masa manusia pertama, Adam ‘alaihissalam, hingga Rasul terakhir, Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ
“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-Mu’minun, 23: 44)
Dalam hadits riwayat Abu Umamah, disebutkan bahwa Abu Dzar pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa tepatnya jumlah para nabi.” Beliau menjawab:
مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا
“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).
Diantara para Nabi dan Rasul tersebut ada yang diberi shuhuf dan kitab suci -Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an- yang semuanya mengabarkan tentang Dzat Allah Ta’ala.
Seluruh dalil-dalil ini jika kita kaji dan kita dalami, akan membimbing kita pada al-ma’rifatu bi ‘adzomatillah (pengetahuan dan pengenalan pada keagunggan Allah Ta’ala) yang akan mengokohkan sikap tauhidullahi wahdah (mengesakan Allah semata).
Wallahu a’lam.
Tags:
















