Bubur Pedas, Kuliner Khas Anambas yang Kaya Rempah dan Sarat Tradisi

KEPRI – Bubur pedas menjadi salah satu kuliner tradisional khas Melayu yang hingga kini masih lestari di Kabupaten Kepulauan Anambas. Meski dikenal di berbagai daerah Melayu, Bubur Pedas Anambas memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan daerah lain.

Berbeda dengan bubur pedas di sejumlah wilayah yang menggunakan campuran ubi dan bahan lainnya, Bubur Pedas Anambas dibuat dari beras sangrai yang ditumbuk, kemudian dipadukan dengan beresta cumi atau ikan tongkol salai yang dihancurkan. Keunikan lainnya terletak pada banyaknya campuran dedaunan yang digunakan sebagai penambah aroma dan cita rasa.

Daun kesum menjadi bahan yang paling identik dalam sajian ini. Selain itu, terdapat pula daun ruku, daun kunyit, dan daun jahe yang semakin memperkaya rasa gurih dan aroma khas bubur pedas.

Pada masa dahulu, masyarakat Anambas menjadikan bubur pedas sebagai makanan sederhana untuk berhemat karena bahan-bahannya mudah diperoleh. Namun seiring waktu, makanan ini justru menjadi salah satu kuliner khas yang wajib dicicipi ketika berkunjung ke Kepulauan Anambas.

Kini, bubur pedas tidak lagi disajikan setiap hari. Masyarakat biasanya memasak hidangan ini pada momen-momen tertentu seperti bulan Ramadan, acara berzanji, hari Asyura, pernikahan, hingga kegiatan penyambutan tamu penting dan acara pemerintahan.

“Bubur pedas menjadi sajian khas untuk mengenalkan kuliner tradisional Anambas kepada para tamu,” demikian keterangan yang dihimpun dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Secara rasa, bubur pedas disebut mirip dengan lakse, namun memiliki bahan utama yang berbeda. Bubur ini menggunakan beras yang digongseng tanpa minyak hingga kecokelatan, kemudian ditumbuk atau diblender kasar sebelum dimasak bersama aneka rempah dan daun-daunan.

Bahan dan Cara Memasak

Bahan utama bubur pedas terdiri dari beras, ikan yang dihaluskan, santan, garam, dan penyedap rasa. Sementara bumbu halusnya meliputi kunyit, cabai kering, bawang putih, lengkuas, bawang merah, dan serai.

Adapun daun-daunan yang digunakan antara lain daun kunyit, daun kesum, daun jahe, dan daun ruku.

Proses memasaknya diawali dengan menyangrai beras hingga berubah warna kecokelatan. Setelah itu, beras ditumbuk kasar. Ikan kemudian disalai dan disuir-suir.

Semua daun diiris halus, sementara bumbu-bumbu dihaluskan dan ditumis hingga harum. Beras yang sudah ditumbuk kemudian dimasak bersama bumbu dan air dalam wajan besar. Setelah itu, daun-daunan, ikan suwir, garam, serta penyedap dimasukkan dan diaduk hingga mendidih.

Sebagai sentuhan akhir, santan cair dituangkan ke dalam masakan hingga bubur matang sempurna dan siap disajikan.

Pada bulan Ramadan, bubur pedas menjadi salah satu menu favorit yang banyak dijual di bazar Ramadan. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam menjaga warisan kuliner khas Melayu Anambas agar tetap dikenal generasi muda.

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas

Tags:,