Ibu adalah sosok yang sangat besar pengorbanan dan perjuangan untuk semua anaknya. Kasih sayang dan ketulusan yang nyaris tanpa batas, menjadi sifat asli setiap ibu.
Dengan berbagai pengorbanan yang diberikan tanpa mengharap imbalan, tak akan ada anak yang mampu membalas kebaikan ibu. Kadang anak mengira sudah membalas kebaikan ibu hanya karena sering memberi hadiah atau mampu memberikan hal-hal istimewa untuk ibu. Padahal, itu sama sekali tidak bisa membalas semua pengorbanan ibu.
Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut bertanya kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”
Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu jerit ibumu ketika melahirkanmu”. (Al-Kabair, karya Imam Adz-Dzahabi).
Sedemikian tinggi pemuliaan Islam terhadap posisi ibu, di antaranya tampak dari dialog Jahimah As-Sulami ra dengan Nabi saw berikut.
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا
Jahimah As-Sulami berkata, “Wahai Rasulullah, aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allah) dan aku datang untuk meminta pendapatmu.”
Rasulullah saw bersabda, “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab, “Ya.”
Rasulullah saw bersabda, “Tetaplah bersamanya. Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya” (Dinilai shahih oleh Imam Al-Hakim, Imam Adz-Dzahabi dan Al-Mundziri)
Imam Ath-Thiby menyatakan, “surga berada di bawah telapak kaki Ibu’ adalah kiasan dari puncak kepatuhan dan puncak taat secara totalitas kepadanya, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala;
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang”.
Muliakan ibumu, meskipun dengan cara apapun tak akan mampu membalas semua kebaikan dan pengorbanannya.
BIPEKA dan BKAP DPP
Tags:
















