Oleh: Titik Yuliani (Anggota Literasi Kepri)
Aroma mentega dan gula yang dipanggang perlahan memenuhi ruangan itu. Tangan-tangan terampil sibuk mengaduk adonan, membentuk bulatan kecil, lalu menatanya rapi di atas loyang.
Tawa ringan sesekali pecah, menyatu dengan semangat yang menghangatkan suasana. Di salah satu rumah di Perumahan Buana Vista, RKI Batam Kota menghadirkan Pelatihan Membuat Kue Kering, menyambut Lebaran dengan cara yang penuh makna pada Ahad, 8 Februari 2026.
Bagi sebagian orang, kue kering hanyalah hidangan pelengkap di meja tamu saat Idulfitri. Namun di tempat ini, kue kering menjelma menjadi simbol harapan. Harapan akan keterampilan baru, tambahan penghasilan keluarga, dan kepercayaan diri untuk berkarya dari rumah.
Para peserta ibu rumah tangga dan remaja putri dengan serius memperhatikan setiap arahan. Mulai dari teknik mengocok adonan agar tidak bantat, rahasia membuat nastar yang lembut, hingga cara memanggang kastengel agar renyah dan keemasan.
Tidak hanya itu, mereka juga belajar bagaimana mengemas produk agar tampil cantik dan bernilai jual.
Ramadan menjadi momentum yang tepat. Di bulan penuh keberkahan ini, RKI ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya seremonial, tetapi juga memberdayakan. “Kami ingin Ramadan ini menjadi bulan berbagi dan menguatkan,” ujar Iir trainer kue di sela kegiatan.
Di sudut ruangan, loyang-layang mulai keluar dari oven. Wajah-wajah lelah berubah menjadi senyum puas saat melihat hasil karya mereka matang sempurna. Bukan sekadar kue yang tercipta, tetapi juga rasa percaya diri dan optimisme.
Lebaran memang identik dengan kebersamaan. Melalui pelatihan ini, RKI Batam Kota menegaskan bahwa kebersamaan bisa dibangun dari dapur sederhana dari adonan yang diuleni dengan doa dan semangat. Karena di balik setiap toples kue kering, tersimpan cerita perjuangan, kemandirian, dan cinta untuk keluarga.***
Tags:
















