GuidePedia

0
PKS Kepri - Pemilihan Presiden (Pilpres) akan berlangsung dalam waktu dekat ini, dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri masih setahun lagi. Tapi, tokoh atau figur  yang bakal maju di Pilgub, tak kalah hebohnya dengan figur yang akan bertarung di Pilpres. Usai Ismeth Abdullah disebut-sebut mulai mencari perahu untuk maju di Pilkada Kepri 2015 dan PDIP yang sudah memastikan mengusung ketua DPW-nya Soerya Respationo, beberapa parpol Kepri mengaku sudah mengantongi nama-nama tokoh yang akan meraka usung.

Bahkan, lobi-lobi dan pendekatan sejumlah tokoh yang akan maju, sudah intens dilakukan ke partai politik. Sebut saja HM Sani yang saat ini masih menjabat Gubernur Kepri. Sani disebut-sebut sudah lama melakukan pendekatan ke pengurus PKS pusat, sebagai salah satu parpol yang akan mengusungnya di Pilgub Kepri 2015.

Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kepri, Ing Iskandarsyah saat dihubungi Tanjungpinang Pos menyebutkan, PKS memiliki beberapa pertimbangan dalam mendukung calon gubernur.

”Calonnya mesti sudah terbukti dalam memimpin Kepri dan sudah memberi perubahan dari berbagai aspek, baik tentang ekonomi, sosial, perencanaan maupun yang lainnya. Saya pribadi melihat yang sekarang cukup bagus. Kalau mereka mau lanjut silakan saja. Tetap keputusan nanti ada di DPW PKS jelang pilgub nanti,” kata Iskandarsyah tentang kepemimpinan Sani-Soerya.

Menurut Iskandarsyah, memang belum ada pembicaraan resmi antar Sani dengan PKS tentang Pilgub 2015. Hanya saja diakuinya, Presiden PKS Anis Matta sudah jumpa dengan HM Sani. ”’Sinyal apa pertemuan itu, saya belum tahu pasti,” imbuhnya.

Iskandar mengatakan, bagi PKS mendukung calon gubernur mendatang ada beberapa pertimbangan.

Sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang disebut-sebut juga sempat didekati oleh Ismeth Abdullah malah menyebut kalau PPP sudah memiliki dua calon yang akan diusung. Dua calon parpol berlambang kakbah itu akan dibawa ke tingkat DPP PPP. Salah satu figurnya adalah tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau Huzrin Hood. Hal ini diakui Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Ahars Sulaiman, kemarin.

“Kalau Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kepri saya sudah tahu arahnya mau ke siapa dukungannya. Tapi, semua juga mekanismenya lewat putusan pusat. Masing-amsing tingkatan kepengurusan ada wewenangnya,” kata Ketua Fraksi PPP DPRD Kepri ini.

Meski nama Huzrin muncul dari PPP, Ahars masih merahasiakan satu nama lagi yang bakal menjadi pesaing Huzrin, untuk memakai perahu PPP pada Pemilu Gubernur 2015 mendatang. Saat ditanya apakah satu nama itu adalah Ismeth Abdullah, Ahars masih mengelak untuk menyebutkan.

“Saya belum bisa sebutkan namanya yang satu itu, karena pembicaraannya belum terlalu intens,” imbuhnya.
Ahars menyatakan, mekanisme di PPP sendiri, seluruh Pilkada baik kabupaten/kota maupun gubernur tetap akan diputuskan oleh DPP, melalui rekomendasi dari DPW masing-masing provinsi.

“Kayaknya PPP Kepri sudah punya dua nama, dan kami dari PPP, posisi tawarnya adalah Kepri 2 atau wagub,” tukasnya.

Sementara Ketua Kira Gerindra Kepri, Onward Siahaan yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri mengatakan, ia pribadi mendukung Ismeth yang memang dikenal cukup dekat dengan para petinggi Gerindra, baik di pusat maupun di Kepri.

”Jadi, bisa saja pembicaraan ke arah pencalonan itu sudah ada. Kalau secara resmi belum ada, tapi bisa saja partai kami ke beliau,” ungkap peraih suara tertinggi dari Gerindra asal Batam ini.

Memang kata Onward, figur Ismeth selama ini masih lekat di masyarakat, khususnya warga Batam. Sebab Ismeth sendiri pernah menjadi Ketua Otorita Batam (OB) yang akhirnya beliau masuk ke kursi Gubernur Kepri bersama HM Sani sebagai wakilnya.

“Terus terang kalau dua sosok ini maju dan bertanding, maka kamipun pasti bingung. Dua duanya bagus soalnya,” singkatnya. [tanjungpinangpos]

Post a Comment

 
Top