KEPRI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Bidang Kepanduan dan Bela Negara bersama struktur DPW, DPD, dan relawan kemanusiaan di Sumatera Utara bergerak cepat merespons bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Utara sejak awal pekan.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak Senin hingga Rabu malam menyebabkan banjir besar, tanah longsor, kerusakan rumah warga, hingga terputusnya akses antarwilayah.
Anggota Bidang Kepanduan dan Bela Negara PKS Sumatera Utara, Andi S, dalam laporannya menyampaikan bahwa kondisi di lapangan sangat berat, terutama di daerah Sibolga, Tapanuli Tengah, Sipirok, serta wilayah Tapanuli Utara.
“Akses menuju titik-titik bencana sangat sulit karena banyak jalan yang tertutup longsor dan banjir. Kota Medan sendiri terdampak banjir luas sehingga mobilisasi relawan pun menghadapi kendala. Listrik padam dan jaringan komunikasi tidak stabil,” jelas Andi dalam ketera gannya Jumat (28/11/2025).
Langkah Cepat Relawan PKS di Lapangan
Dalam upaya penanggulangan bencana, PKS Sumatera Utara telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain:
• Berkoordinasi dengan DPD terkait penanganan bencana serta menurunkan team advance ke titik-titik terdampak seperti Sibolga dan Tapanuli Tengah.
• Menginstruksikan seluruh DPD membuat posko bencana di wilayah masing-masing untuk memudahkan identifikasi kebutuhan dan pemetaan dampak bencana.
• Mendirikan Posko Induk di DPW PKS Sumut, meski kondisi akses keluar Medan masih sangat sulit akibat banjir.
Di antara daerah yang bergerak cepat adalah DPD PKS Padangsidimpuan, yang telah mendirikan posko bencana di Kantor DPD PKS.
Padangsidimpuan. Kegiatan posko meliputi pendirian dapur umum, menerima bantuan masyarakat, serta menyalurkan nasi bungkus ke warga yang kesulitan mendapatkan makanan.
Perkembangan Terkini di Sipirok: Desa Terisolir dan Puluhan Rumah Rusak
Tim relawan PKS yang menempuh perjalanan hampir 7 jam, sebagian dengan berjalan kaki, melaporkan kondisi terbaru di Sipirok:
• Dua desa terisolir: Desa Luat Lombang dan Aek Batang Paya.
• Dusun Pengkolan menjadi lokasi terdampak paling parah.
• Sekitar 100 KK mengungsi.
• 20 rumah rusak berat, dan 5 rumah hilang terbawa arus.
• Dua korban terdampak: satu telah dirawat di rumah sakit, dan satu orang — seorang ibu — masih dinyatakan hilang selama tiga hari.
• Satu unit masjid rusak berat.
• Warga kini berkumpul di Posko Gabungan Masyarakat–TNI–Polri di RM Sinyarnyarnyar.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, minuman, dan pakaian. Warga dipersilakan menyalurkan bantuan langsung ke posko gabungan tersebut.
Dampak Bencana di Purbatua, Simangumban, dan Pahae Jae
Laporan tambahan juga datang dari Kecamatan Purbatua, Simangumban, dan Pahae Jae (Tapanuli Utara):
• Purbatua:
• Ratusan rumah terendam banjir di Desa Sitolubahal Robean, Aek Sulum, dan Sibulan Bulan.
• Ratusan hektare sawah dan kebun terendam.
• Ternak warga banyak yang hanyut.
• Satu rumah tertimpa longsor di Desa Robean.
• Longsor di Desa Bonani Dolok menyebabkan satu dusun terisolasi.
• Tidak ada korban jiwa.
• Pahae Jae:
• Jembatan Aek putus total.
• Sawah dan kebun turut terendam.
• Simangumban:
• Lahan sawah terendam banjir.
• Jalinsum Batu Jomba tertutup total akibat longsor, memutus akses Simangumban–Sipirok.
• Kerusakan parah pada lahan pertanian membuat banyak petani terancam gagal panen, terutama tanaman padi, jagung, cabai, dan sayuran lainnya.
PKS Serukan Kolaborasi dan Bantuan Kemanusiaan
PKS melalui struktur relawan dan kepanduan terus mengerahkan personel, logistik, serta membuka jalur dukungan dari masyarakat. Relawan PKS memastikan seluruh bantuan tersalurkan kepada warga yang paling membutuhkan, khususnya di daerah yang masih terisolasi.
PKS mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dan bahu-membahu membantu warga Sumatera Utara yang tengah menghadapi ujian berat akibat bencana ini.***
Tags:banjir, kemanusiaan, pks, Sumatera Utara















