KEPRI — Psikolog Cevy Amelia, M.Psi., Psikolog, CH, CHt, MCCht, menjadi pemateri pada kegiatan Kemah Bela Negara (Kembara) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang digelar di kawasan Wanawisata Bukit Senimba, Sabtu (31/1/2026).
Dalam pemaparannya, Cevy mengangkat tema Kesehatan Mental Seorang Laki-Laki, dengan penekanan khusus pada peran laki-laki sebagai suami dan ayah setelah menikah.
Cevy menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental pada laki-laki sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar terhadap keharmonisan keluarga.
Menurut Cevy, emosi suami yang tidak terkelola dengan baik setelah menikah dapat menular kepada pasangan dan berdampak langsung pada kondisi psikologis anak.
“Ketika emosi seorang suami tidak terkontrol, maka energi negatif itu akan dirasakan oleh pasangan. Dalam jangka panjang, anak-anak bisa menjadi korban dari lingkungan emosional yang tidak sehat,” jelasnya.
Cevy menyampaikan bahwa tekanan ekonomi, tuntutan peran sebagai kepala keluarga, serta kurangnya ruang bagi laki-laki untuk mengekspresikan perasaan, kerap menjadi pemicu stres dan ledakan emosi.
Sayangnya, banyak laki-laki memilih memendam masalah karena merasa harus selalu terlihat kuat.
Cevy menekankan bahwa menjaga kesehatan mental adalah bagian dari tanggung jawab seorang suami dan ayah.
Laki-laki yang sehat secara mental akan lebih mampu mengendalikan emosi, membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan, serta menciptakan lingkungan aman bagi tumbuh kembang anak.
“Keluarga yang sehat berawal dari individu yang sehat secara mental. Ketika seorang ayah mampu mengelola emosinya, ia sedang melindungi masa depan anak-anaknya,” tambahnya.
Dalam sesi tersebut, Cevy juga mengajak para peserta Kembara untuk berani mengenali dan mengakui kondisi emosional diri sendiri, membangun kebiasaan komunikasi terbuka dalam keluarga, serta tidak ragu mencari bantuan profesional apabila menghadapi tekanan yang berkepanjangan.
Kegiatan Kemah Bela Negara PKS ini menjadi ruang penguatan kader secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik dan ideologis, tetapi juga kesiapan mental dan emosional dalam menjalankan peran sebagai pemimpin keluarga dan masyarakat.***
















