21 Budaya Khas Kepulauan Riau, dari Zapin hingga Syair Sultan Mahmud

KEPRI – Dari Tari Zapin Penyengat hingga Syair Sultan Mahmud di Lingga, inilah daftar budaya khas Kepulauan Riau yang diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda. Kepulauan Riau dikenal sebagai provinsi dengan kekayaan budaya Melayu yang kuat dan berakar dalam sejarah panjang Kesultanan Riau-Lingga.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Kebudayaan telah mengusulkan 21 budaya khas daerah ini sebagai Warisan Budaya Takbenda kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Daftar 21 Budaya Khas Kepulauan Riau Berikut daftar lengkap budaya khas Kepulauan Riau yang diusulkan sebagai Warisan Budaya Takbenda:

1. Kain Cual Anambas Tenunan khas dari Anambas yang pertama kali dibuat pada 1863 oleh Hj. Halimah di Kampung Teluk Encau. Ciri khasnya adalah motif bernuansa alam dan warna-warna cerah.

2. Berdah Karimun Kesenian tradisional bernuansa Islam dari Karimun. Berdah berasal dari kata burdah, syair pujian untuk Nabi Muhammad SAW yang ditulis oleh Al-Bushiri.

3. Tari Zapin Penyengat Tari bernuansa Islami yang berkembang di Pulau Penyengat sejak 1811 oleh Encik Muhammad Ripin dan diwariskan secara turun-temurun.

4. Air Serebat Minuman tradisional yang berasal dari pengaruh budaya Timur Tengah, dikenal sejak zaman Kekhalifahan Abbasiyah, kini menjadi sajian khas Melayu Lingga.
5. Bindu Peralatan tradisional masyarakat Lingga untuk melarik kayu atau membuat gasing, disebut dalam karya Raja Ali Haji.

6. Bungkusan Tepak Sirih Simpul Buku Bemban Seni mengikat tepak sirih dalam tradisi pernikahan Melayu dengan simpul khas bernama “buku bemban”.

7. Cerita Rakyat Asal Mula Nama Desa Kudung Legenda lokal yang menjelaskan asal-usul nama Desa Kudung, berkaitan dengan sosok dermawan yang memiliki tangan yang kudung.

8. Malam Nisfu Syakban Tradisi keagamaan masyarakat Lingga yang dilaksanakan setiap tanggal 15 Sya’ban di masjid atau surau.

9. Laksa Sagu Kuliner khas Kabupaten Karimun berbahan dasar sagu, memiliki rasa unik dan berbeda dari laksa pada umumnya.

10. Legenda Meriam Tegak Meriam misterius yang berdiri tegak di Singkep dan dipercaya memiliki kekuatan ghaib karena tak bisa dipindahkan.

11. Cincalok Hidangan fermentasi udang kecil yang juga dikenal di Kalimantan Barat dan Malaka, menjadi bagian dari kuliner khas di kalangan masyarakat Kepri.

12. Mencucuk Atap Daun Sagu Tradisi memanfaatkan daun sagu sebagai atap rumah, bagian dari kearifan lokal masyarakat Lingga.

13. Nempah Bidan Peran bidan kampung dalam proses persalinan tradisional serta pengobatan herbal sebelum hadirnya tenaga medis modern.

14. Pengapit Santan Alat tradisional untuk memeras santan dalam jumlah besar, umumnya digunakan dalam hajatan masyarakat Melayu Lingga.

15. Permainan Pon Permainan tradisional sejenis kasti yang dimainkan anak-anak dan dewasa, menggambarkan semangat kebersamaan.

16. Pento Alat tradisional nelayan Lingga untuk menangkap ketam bangkang atau kepiting bakau di pesisir pantai.

17. Sagu Lemak Makanan pokok pengganti nasi di beberapa kampung di Lingga Utara, berbahan dasar sagu yang dimasak dengan santan.

18. Sambal Belacan Sambal khas Kepri berbahan terasi dan santan, memiliki cita rasa pedas gurih dan aroma yang kuat.

19. Sayur Lemak Kulit Rambai Kuliner khas Lingga yang memanfaatkan kulit buah rambai untuk dijadikan sayur bersantan.

20. Tamban Salai Ikan tamban asap yang menjadi lauk rakyat, biasanya disajikan dengan pucuk ubi masak lemak dan sambal belacan.

21. Syair Sultan Mahmud di Lingga Karya sastra Melayu lama karangan Encik Kamariah yang mengisahkan kehidupan Sultan Mahmud Muzaffar Syah (1841–1857). ***

Sumber: Kepri Post

Tags: