GuidePedia

0
Sri Rahayu Purwitaningsih, Ketua Departemen Kajian Anak dan Keluarga Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS (foto : Amir/HumasPKSKepri)
PKS KepriSri Rahayu Purwitaningsih, Ketua Departemen Kajian Anak dan Keluarga Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPP PKS menjelaskan banyak orang salah persepsi menganggap ketahanan keluarga hal yang tidak penting dalam kemajuan negara. Padahal menurutnya negara tidak akan kuat manakala tidak ditopang dengan kuatnya keluarga. 

"Bagaimana ketahanan negara kuat apabila negara mengabaikan ketahanan keluarga?," ungkap Sri Rahayu di depan peserta Women Leaders Forum (WLF), Sabtu (14/10/2017).
Sri Rahayu menjelaskan ketahanan keluarga menjadi hal yang sangat mendasar bagi ketahanan negara. Semaju apapun negara jika tidak dibarengi dengan kuatnya sebuah keluarga maka diyakininya cepat atau lambat akan mengalami kegagalan.

Sri Rahayu menjelaskan ia pernah mengikuti pelatihan kepemimpinan tingkat nasional, namun pemateri menyatakan bahwa ketahanan keluarga terlalu kecil untuk dibahas dalam persoalan ketahanan negara.

Sementara itu Ketua BPKK DPW PKS Kepri, Suryani menyatakan FPKS DPRD Kepri siap untuk menginisiasi Perda Ketahanan Keluarga. Hal tersebut disampaikan Suryani saat memberi sambutan pada acara WLF.

Menurut Suryani tingkat persoalan keluarga di Kepri cukup tinggi, maka dari itu harus segera dicari cara untuk menurunkan kompleknya permasalahan keluarga, seperti human trafficking, tingginya tingkat perceraian,  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan lainnya. 

"Insya Allah dengan adanya Perda Ketahanan Keluarga persoalan keluarga bisa diatasi dengan lebih cepat," ungkap Suryani.

Woman Leadership Forum adalah kegiatan yang diadakan oleh BPKK DPW PKS Kepri. Acara diikuti oleh sekitar 50 peserta yang terdiri dari tokoh-tokoh perempuan se Kepri. (alf)

Post a Comment

 
Top