GuidePedia

0
Mbah Amat Suhadi
PKS KepriKulon Progo - Kesaksian pembina group mbah Amat di Unit Pembinaan Dan Pengkaderan PKS.  
Mbah Amat Suhadi Usianya 73th, buyutnya 3, binaan halaqah yang terbentuk dari mantan relawan kecamatan wates di pileg 2014.
Hampir tidak pernah absen setiap pembinaan. meskipun untuk hadir harus "mbonceng"  salah satu dari teman satu group nya (yang rata-rata masih muda). Agenda pembinaan sampai kokap pun beliau hadir (jarak rumah ke Kokap 25 km dengan kondisi jalan pegunungan). 

Waktu itu, kurang 9 hari kegiatan Kembara, informasi disampaikan di group pembinaan kader skaligus mendata peserta.

Awalnya kita tidak data beliau, selalu kita lewati...dicek kembali siapa yang belum terdaftar, meskipun ada beliau di group pembinaan kader itu, selalu kita lewati lagi daftarnya karena paham kondisinya. Namun tiba tiba beliau bliau  "ngacung...saya siap ikut.kaos L!" 

Semua tertawa..estu mbah..?(serius mbah) Bukannya surut, malah semakin meyakinkan. Saya ini olahragawan, baju komplit siap, celana hansip sama sepatunya ada.ransel cucu saya ada.saya yang bawa sarden, ada 4 dari kiriman anak saya masih ada.

Subhanallah...
Masuklah beliau didaftar dan dapat tugas perbekalan klompok juga.

Pada Pertemuan pembinaam 3 hari jelang Kembara.
Kita kerjain lagi...mbah amat kecoret. "mboten" /tidak lolos calon peserta.

Jawab nya : "takgolekane dhewe. Mbiyen nang girimulyo aku ora diajak. Saiki nang glagah kudu melu." (Tak carinya sendiri, dulu di girimulya aku gak diajak, sekarang di Glagah harus ikut".)
Ndak koyo sahabat e nabi ketinggalan perang. (Biar gak kaya sahabat nabi ketinggalan perang), ndak ora oleh omongan karo kancane😀(terus didiamkan sama temennya)  (Materi liqo sebelumnya. bahas perang tabuk)

Wis..mantab!💖

Jadi teringat potongan sirah sahabat

Ibnu Jarir berkata dari Hibban bin Zaid asy-Syar’abi, ia berkata, “Kami pernah ikut berjihad bersama Shafwan bin ‘Amr yang saat itu sebagai pemimpin daerah Himsh, dari Afsus hingga al-Jaraajimah. Tiba-tiba aku melihat orang tua renta yang kedua alisnya sudah jatuh ke matanya (menunjukkan sangat tua). Ia penduduk Damaskus yang sedang berada di atas tunggangannya di antara orang-orang yang akan menyerang.”

Aku pun menemuinya dan bertanya, “Wahai paman, sesungguhnya Allah menerima alasanmu (untuk tidak ikut jihad).” Ia berkata –sedangkan kedua alisnya menjadi tegak–, “Wahai keponakanku, Allah telah menuntut kita pergi jihad, baik dalam keadaan ringan maupun berat. Ketahuilah barangsiapa yang dicintai Allah, niscaya Allah akan mengujinya, kemudian mengembalikannya (kepada Allah), dan mengekalkannya (di Surga-Nya). Sesungguhnya orang yang diuji Allah di antara hamba-hambanya adalah orang yang bersyukur, bersabar, dan berzikir, serta ia tidak beribadah melainkan hanya kepada Allah SWT saja.

Sumber : //Kulonprogo.pks.id

Post a Comment

 
Top