GuidePedia

0
oleh : Ummu Aisyah

Berkeluarga yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. adalah yang terbentuk dari suami (laki-laki) sholih dan istri (perempuan) sholihah. Keduanya bertanggung jawab terhadap rumah tangganya, saling bekerjasama, menumbuhkan rasa kasih sayang dan pergaulan yang baik antara keduanya. Suami istri ini juga selalu bekerjasama mencari solusi atas berbagai problematika dan perselisihan keluarga menurut syariat islam.


Rumah tangga merupakan benteng yang menyusun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika keluarga ini mampu menjadi benteng yang kuat dan kokoh, maka negara pun akan kuat.


Seorang yang membentuk keluarga harus mencari calon istri, perempuan yang muslimah. Mengapa? Karena seorang muslimah yang sholihah itu telah memenuhi kriteria dunia akhirat. Diharapkan mampu menjadi pendukung dakwah suami.


Tirmizi meriwayatkan dari tsauban, ia berkata : ketika turun ayat ke 34 Q.S. At Taubah. Saat itu kamk sedang bersama Rasulullah saw dalam suatu perjalanan. Sebagian sahabat berkata bahwa : "Ayat ini turun perihal emas dan perak. Seandainya kamj tahu harta apa yang paling utama pasti menjadikannya terbaik. Maka Rasulullah saw bersabda : 'Yang utama adalah lisN yang senantiasa berzikir, hati yang selalu bersyukur dan istri yang sholihan yang membantu suaminya dalam menjaga keimanannya.'"


Ustadz Cahyadi Takariawan menuliskan dalam bukunya "Wonderful Family", sesungguhnya pernikahan dan keluarga terjadi bukan semata-mata karena memenuhi hasrat kemanusiaan. Pernikahan adalah jalam yang bertanggung jawab untuk membentum kebudayaan agung dan peradaban mulia. Lebih dari itu, pernikahan merupakan amanat ketuhanan dan risalah kenabian. Untuk itu, pernikahan bukankah semata peristiwa menyalurkan "hasrat kebebasan" secara bertanggung jawab  melainkan, pernikahan adalah sebuah upaya meretas peradaban kemanusiaan yang bermartabat.


Ikatan yang telah ditentukan oleh Allah dan bahkan banyak disebutkan dan diatur dalam kitab-Nya. "Seorang laki-laki yang baik akan dipasangkan dengan seorang perempuan yang baik pula..." 


Dan pernikahan merupakan suatu perjanjian yang agung atas nama Allah. Bukan seperti orang yang membeli sepatu, dengan mudah bisa berganti sepatu dan membuangnya. Dengan alasan mencari yang lebih pas atau cocok.


Keluarga yang berjalan sesuai syariat atau tatanan ketuhanan yang akan membawa keberkahan. Keberkahan itu bisa berupa rizki yang berlimpah, ibadah yang semakin bertambah bagus, kesehatan, atau keluarga yang bisa lebih memberikan kebaikan untuk masyarakat sekitar.


Keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Keluarga yang dipenuhi keindahan, kebahagiaan, keharmonisan dan kemuliaan. Keluarga yang terjauhkan dari penyimpangan, kekerasan, kekasaran sikap, kesewenangan, dan kehancuran. Sebuah keluarga yang berdiri atas nilai-nilai kebaikan, dan dipenuhi keberkahan. Keluarga yang memberikan kontribusi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara.


Itulah sebagian gambaran dari keluarga yang dirindu penduduk langit. Keluarga yang tersusun dengan sebenar keinginan Sang Pemilik kehidupan. Dari seorang laki-laki muslim yang sholih dan seorang perempuang muslimah yang sholihah. Keluarga yang memiliki misi dunia akhirat. Dan dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan. Bahagia di dunia dan bersama menggapai surga.

Referensi :
 Syeikh Abu Al Hamd Rabee'. 2011. Membumikan Harapan Keluarga Islam Idaman. Jakarta. Lembaga Kajian Ketahanan Keluarga Indonesia (LK3I).
 Cahyadi Takariawan. 2012. Wonderful Family. Solo. Era Adicitra Intermedia.

Post a Comment

 
Top