GuidePedia

0
PKS Kepri - Belum juga berlalu kampanye negatif yang menyerang kubu pasangan kandidat Gubernur H.M. Soerya Respationo – H. Ansar Ahmad (SAH), sekitar pukul 12.30 dini hari Posko Pemenangan SAH di Batam Centre diteror dengan ditemukannya empat bom molotov.

Raden Hari Tjahyono, Ketua DPW PKS Kepri ditemui di Kantor DPW PKS Kepri, Ruko Permata Niaga Sukajadi Batam, Selasa (1/12) menyayangkan adanya oknum yang ingin mengotori pesta demokrasi dengan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Meski demikian Raden Hari tetap mengharapkan kepada seluruh kader dan simpatisan PKS serta pendukung SAH untuk tidak terprovokasi dengan melakukan tindakan yang di luar aturan.

“Sebagai partai pengusung SAH saya mengharapkan kader dan simpatisan PKS serta pendukung SAH untuk tidak terprovokasi,” ungkap Raden serius.

Raden menjelaskan intimidasi adalah pola politik jadul yang harus ditinggalkan. Ia mengingatkan bahwa Kepri adalah rumah bersama yang harus dijaga keamanannya. Bila berbeda pilihan cukup disalurkan dengan gagasan-gagasan tanpa perlu melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan banyak orang.

Selain itu Raden hari berharap kepada pihak kepolisian segera menangkap dan mengungkap motif di balik aksi yang tidak simpatik tersebut. Tidak lupa ia mengajak kepada semua pihak untuk berdoa agar Kepri tetap aman dan damai dan menghasilkan pemimpin yang kuat dan amanah.

Bom molotov yang ditemukan di kantor Pemenangan SAH beruntung belum sempat meledak. Para penjaga langsung menghubungi calon gubernur, Soerya Respatino yang baru saja pulang dari acara Tabligh Akbar di Perumahan Botania, Batam Centre. Kemudian tim pemenangan langsung berkomunikasi dengan pihak berwajib untuk menjinakan bom tersebut. (isy)


Post a Comment

 
Top