GuidePedia

0
PKS Kepri - Banyak orang bertanya kenapa PKS Batam melabuhkan dukungan politiknya ke pasangan No. 1,  H. Muhammad Rudi – Amsakar Achmad atau sering disebut RAMAH? Ketua DPD PKS Kota Batam, Syaifudin Fauzi di Kantor PKS Batam, Selasa (17/11) menjelaskan memilih RAMAH karena ada banyak faktor penting demi kebaikan warga Batam.

Alasan pertama adalah PKS mendukung Ria Saptarika untuk tetap memegang amanah sebagai anggota DPD RI. Dengan memperoleh suara terbanyak mencapai 122 ribu, sebaiknya tetap amanah mengawal suara warga Kepri yang telah memilihnya di pemilu 2014 lalu, bukan tergoda untuk menjajal kursi walikota.

Kedua, Ria Saptarika sudah bukan menjadi kader PKS lagi, sehingga PKS memperlakukan Ria seperti kandidat lainnya. Ketiga, Rudi dipandang PKS lebih amanah dan berani mengambil keputusan yang baik untuk membela warga Batam.

Tidak itu saja, rupanya PKS Batam masih memiliki alasan memilih Rudi-Amsakar sebagai pemimpin Batam. Faktor keempat yaitu menurut hasil survey yang dilakukan oleh lembaga independen, suara RAMAH jauh mengungguli Rialis. Serta yang kelima dalam soal waktu RAMAH dinilai lebih disiplin.

Fauzi menjelaskan begitu keputusan telah diambil, ia sebagai Ketua PKS Batam yang baru pun segera menggelar musyawarah untuk membuat program untuk memenangkan pasangan untuk Pilgub Kepri dan Pilwako.

Adapun bentuk kerja konkrit yang dilakukan adalah, Apel Siaga kader untuk kemenangan pasangan calon Gubernur (SAH) dan pasangan kandidat Walikota RAMAH. Musyawarah Wilayah dan Musyawarah Daerah untuk konsolidasi dan pemenangan calon Kepala Daerah. Selain itu Pembentukan Rumah Pemenangan diseluruh rumah kader PKS Kota Batam ditandai dengan pemasangan Banner setiap rumah kader.

“Untuk Gubernur dukung SAH nomor urut 2, sedang Walikota dukung RAMAH nomor urut 1 (satu),” ingatnya.

Tidak itu saja, PKS Batam telah membentuk gugus tugas khusus untuk direct selling, menjual pasangan calon dengan menyebarkan brosur dan beraudiensi langsung dengan masyarakat tentang pasangan calon yang didukung oleh PKS.

Terakhir mengintruksikan seluruh kader untuk mengawal setiap proses dan tahapan Pilkada agar berjalan sesuai aturan dan mengintruksikan seluruh kader agar datang lebih awal ke TPS pada tanggal 9 Desember 2015 (hari pencoblosan - red) dan mengikuti proses hingga akhir perhitungan suara. (isy)

Post a Comment

 
Top